Pemerintah Amerika Serikat memperketat pengawasan teknologi kecerdasan buatan dengan mewajibkan startup Anthropic PBC mengantongi izin khusus sebelum memberikan akses model AI tercanggihnya kepada warga negara asing. Langkah tegas tersebut diambil guna mencegah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk kepentingan militer musuh.
Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu, 17 Juni 2026, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick telah mengirimkan surat resmi kepada pihak perusahaan sejak pekan lalu. Sanksi pidana maupun perdata membayangi Anthropic apabila mereka terbukti mengabaikan instruksi pembatasan ketat ini.
Dalam dokumen tertanggal Jumat lalu itu, Departemen Perdagangan AS secara spesifik melarang distribusi model AI bernama Fable 5 dan Mythos 5 ke pihak asing di seluruh dunia tanpa persetujuan pemerintah. Kebijakan ini bersandar pada regulasi kontrol ekspor teknologi sipil yang berisiko disalahgunakan untuk operasi intelijen luar negeri.
“Sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, Anda wajib mengajukan permohonan izin yang divalidasi secara individual sebelum melakukan ekspor, mengekspor kembali atas barang yang sudah masuk ke AS, atau transfer (di dalam negeri), termasuk ekspor atau reekspor yang dianggap terjadi, dari model Mythos atau Fable ke tujuan mana pun di seluruh dunia atau kepada ‘pihak asing’ di mana pun lokasinya,” tulis Lutnick dalam surat yang ditujukan kepada CEO Anthropic, Dario Amodei.
Sikap tegas pemerintah ini langsung direspons oleh Anthropic dengan menutup total akses ke kedua model kecerdasan buatan tersebut pada Jumat malam. Manajemen perusahaan kemudian berupaya melakukan klarifikasi serta menggelar serangkaian pertemuan dengan jajaran pejabat Departemen Perdagangan AS.
Pihak internal Anthropic menduga instruksi mendadak ini dipicu oleh kekhawatiran pemerintah terhadap potensi celah keamanan atau jailbreak pada sistem Fable 5. Intervensi regulasi ini menjadi tantangan berat bagi Anthropic yang baru saja mendaftarkan penawaran umum perdana secara rahasia dengan nilai valuasi menembus US$900 miliar.
Manajemen perusahaan menyayangkan keputusan sepihak pemerintah yang dianggap terlalu berlebihan dalam merespons temuan celah keamanan pada produk komersial mereka.
"Kami tidak sependapat bahwa temuan adanya celah keamanan yang sempit seharusnya menjadi alasan untuk menarik kembali model komersial yang telah diterapkan kepada ratusan juta orang," kata Anthropic dalam unggahannya.
Anthropic juga memperingatkan bahwa penerapan standar regulasi yang terlampau ketat seperti ini dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan ekosistem inovasi kecerdasan buatan secara global.
"Apabila standar ini diterapkan di seluruh industri, kami yakin hal itu pada dasarnya akan menghentikan semua penerapan model baru bagi semua penyedia model terdepan."
Hingga kini, proses pengajuan lisensi ekspor model AI tersebut masih harus mengikuti prosedur resmi dari Departemen Perdagangan AS. Pembatasan akses ini dipastikan akan terus berlaku sampai ada keputusan atau pemberitahuan lebih lanjut dari menteri terkait.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·