Posisi Anthropic di pasar kecerdasan buatan korporasi justru semakin kuat meskipun perusahaan sedang terlibat perseteruan dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembatasan penggunaan model terbarunya. Dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu (17/6/2026), data dari perusahaan teknologi finansial Ramp mengonfirmasi adopsi layanan Anthropic oleh pelanggan bisnis terus mengalami peningkatan yang signifikan.
Pemerintahan Trump sebelumnya telah menginstruksikan Anthropic untuk menyetop akses internasional bagi model AI Claude Mythos 5 dan Claude Fable 5 demi keamanan nasional. Kebijakan ketat tersebut sempat memicu perdebatan sengit mengenai regulasi model AI canggih, namun minat korporasi terhadap produk kecerdasan buatan ini sama sekali tidak menyusut.
Berdasarkan data Ramp yang mengamati pengeluaran AI di lebih dari 70.000 perusahaan, pangsa langganan AI berbayar Anthropic melonjak hingga 41 persen pada Mei 2026. Angka yang naik sebesar 2,5 poin persentase dari bulan sebelumnya ini berhasil membawa Anthropic menyalip OpenAI yang memegang 39,5 persen pangsa langganan.
Pertumbuhan ekspansif ini didorong oleh masifnya penggunaan Claude Code untuk membantu pengembang perangkat lunak, serta tingginya integrasi layanan API ke sistem internal perusahaan. Secara finansial, pendapatan tahunan Anthropic melesat tajam mencapai sekitar US$47 miliar, sebuah lompatan besar dari angka US$9 miliar pada akhir tahun 2025.
Kepala Ekonom Ramp, Ara Kharazian menilai perhatian ketat dari regulator justru memberikan dampak psikologis yang positif bagi calon konsumen di sektor bisnis.
"Kharazian menambahkan, pelanggan bisnis sering kali menganggap produk yang menjadi perhatian regulator sebagai teknologi yang memiliki kemampuan lebih maju dibanding pesaing." ujar Ara Kharazian, Kepala Ekonom Ramp.
Menurut catatan Kharazian, tren pertumbuhan serupa juga pernah dialami Anthropic sewaktu mendapat sorotan ketat dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat terkait risiko rantai pasok. Kendati kinerja komersial perusahaan menunjukkan indikator positif, ketegangan politik dengan pemerintah ini tetap menjadi poin penting yang dicermati investor menjelang penawaran saham perdana atau IPO.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·