Purwokerto (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mengajak masyarakat Banyumas dan Cilacap untuk mendukung pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan dengan menjaga kelestarian alam mulai dari lingkungan terkecil di sekitar tempat tinggal masing-masing.
"Saat kita ramah kepada lingkungan, maka lingkungan juga akan ramah kepada kita. Karena itu menjaga lingkungan menjadi kewajiban bersama, minimal dimulai dari lingkungan rumah masing-masing," kata Siti Mukaromah dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat bertema Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu malam.
Menurut dia, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar dengan lebih dari 17 ribu pulau dan wilayah perairan yang mendominasi luas kawasan nasional.
Oleh karena itu, kekayaan tersebut harus dimanfaatkan secara bijaksana sekaligus dijaga kelestariannya agar dapat mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia mengatakan pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan karena kerusakan alam pada akhirnya akan berdampak pada kehidupan masyarakat.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar bersyukur atas kondisi geografis Banyumas dan Cilacap yang relatif lebih mudah diakses dibandingkan sejumlah wilayah lain di Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan transportasi dan konektivitas.
"Karena itu lingkungan dan alam yang kita miliki di Banyumas dan Cilacap harus kita syukuri dan kita jaga," katanya.
Baca juga: Menilik cara budayawan Banyumas merawat kelestarian Gunung Slamet
Baca juga: Pj Bupati: DAS Serayu miliki peran penting bagi masyarakat Banyumas
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi membangun daerah dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Ditemui di sela kegiatan, legislator yang akrab disapa Erma itu mengatakan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat (Asmas) merupakan program MPR RI yang bertujuan mendengarkan berbagai harapan, keluhan, dan persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.
Menurut dia, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan wakil rakyat dalam berbagai forum di DPR RI maupun MPR RI sesuai dengan kewenangan dan substansi persoalan yang diangkat.
"Program ini penting agar masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kami memiliki kewajiban untuk mendengarkan, mencatat, serta memperjuangkannya," kata dia yang juga anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.
Terkait tema pembangunan berwawasan lingkungan, dia menegaskan upaya menjaga alam harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan lingkungan sekitar, kemudian diperluas hingga tingkat desa, kabupaten, dan nasional.
Menanggapi penolakan sebagian warga terhadap aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah Banyumas, dia mengatakan persoalan lingkungan di daerah tersebut perlu menjadi perhatian serius karena aktivitas penambangan, baik yang legal maupun ilegal, berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat.
Menurut dia, penambangan material di sungai maupun kawasan lain dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor apabila tidak dikelola secara bijaksana.
Ia juga menyoroti persoalan tata kelola perizinan pertambangan yang sebagian kewenangannya berada di tingkat pusat.
Dia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah saat kunjungan reses.
Dari penjelasan yang diterimanya, izin untuk sejumlah kegiatan pertambangan yang legal merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga memerlukan perhatian dan koordinasi lintas lembaga.
Oleh karena itu, ia menilai persoalan pertambangan di Banyumas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga perlu mendapat perhatian pemerintah pusat, DPR RI, pelaku usaha, dan masyarakat agar kepentingan ekonomi tidak mengabaikan kelestarian lingkungan.
"Jangan hanya melihat keuntungan sesaat. Kita juga harus memikirkan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat agar tidak terus menghadapi banjir, longsor, maupun bencana lainnya," kata Erma.
Baca juga: KLH dan Kodim tanam 1.000 pohon durian varietas asli Banyumas
Baca juga: Bupati: UNCDF berikan hibah untuk pengelolaan sampah di Banyumas
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·