Spyware Morpheus Incar Akun WhatsApp Melalui Pembaruan Android Palsu

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Peneliti keamanan siber mengungkap kemunculan kampanye spyware baru yang menargetkan pengguna Android melalui skema pembaruan aplikasi palsu. Perangkat lunak berbahaya ini dirancang khusus untuk menyusup ke perangkat target dan membajak akun WhatsApp milik korban.

Dilansir dari Detik iNET, malware yang diidentifikasi dengan nama Morpheus ini dikategorikan sebagai spyware berbiaya rendah. Hal tersebut dikarenakan mekanismenya yang sangat sederhana, yakni mengandalkan manipulasi agar target menginstal aplikasi secara sukarela.

Teknik yang digunakan Morpheus sangat berbeda dengan produsen spyware ternama seperti NSO Group atau Paragon Solutions. Perusahaan-perusahaan besar tersebut biasanya menggunakan serangan zero-click yang mengeksploitasi celah keamanan tanpa interaksi pengguna sama sekali.

Dalam operasinya, peneliti menemukan bahwa otoritas di Italia mendapatkan dukungan dari operator seluler untuk melancarkan infeksi. Operator secara sengaja memutus koneksi internet pada perangkat yang menjadi target operasi.

Setelah koneksi terputus, korban akan menerima pesan SMS yang mengaku berasal dari pihak operator. Pesan tersebut menginstruksikan pengguna untuk mengunduh sebuah aplikasi guna memperbaiki masalah jaringan dan melakukan pembaruan sistem ponsel.

Begitu aplikasi berbahaya tersebut terpasang, spyware akan menyalahgunakan fitur aksesibilitas pada sistem operasi Android. Fitur ini memungkinkan Morpheus membaca data yang muncul di layar serta berinteraksi secara otomatis dengan aplikasi lain di dalam ponsel.

Pencurian Data Biometrik dan Akun WhatsApp

Morpheus bekerja secara sistematis dengan menampilkan layar reboot palsu untuk meyakinkan pengguna bahwa pembaruan sedang berlangsung. Di saat yang sama, spyware memunculkan halaman login WhatsApp tiruan yang meminta verifikasi identitas melalui data biometrik.

"Tanpa sepengetahuan target, data biometrik tersebut memberikan spyware akses penuh ke akun WhatsApp dengan menambahkan perangkat ke akun tersebut," seperti dikutip dari TechCrunch, Rabu (29/4/2026).

Keberhasilan serangan ini sepenuhnya bergantung pada tindakan manual pengguna yang mengunduh file APK dari sumber tidak resmi. Peneliti menegaskan bahwa Morpheus tidak didistribusikan melalui toko aplikasi resmi Google Play Store.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada jika menerima pesan singkat yang menawarkan pembaruan perangkat lunak setelah kehilangan sinyal secara mendadak. Pengguna sangat disarankan untuk tidak memberikan izin aksesibilitas kepada aplikasi yang tidak dikenal guna mencegah pencurian data pribadi.