Jakarta -
Le Mans bukan sekadar arena adu cepat bagi BMW. Di sirkuit legendaris yang menjadi rumah balapan 24 jam tersebut, pabrikan asal Jerman ini memilih memperkenalkan BMW M Concept Neue Klasse, sebuah mobil konsep yang memperlihatkan arah baru divisi M di era elektrifikasi.
Lewat mobil ini, BMW ingin menunjukkan bahwa mobil sport listrik masa depan tak hanya mengandalkan tenaga besar, tetapi juga tetap mempertahankan karakter berkendara yang selama puluhan tahun menjadi identitas mobil-mobil berlogo M.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMW M Concept Neue Klasse dirilis di 24 Hours of Le Mans 2026 Foto: dok. BMW/Enes Kucevic
Desain Masih Khas BMW M Kekinian
Secara tampilan, BMW M Concept Neue Klasse mengusung bahasa desain baru yang lebih bersih, namun tetap terlihat agresif. Proporsinya dibuat kekar dengan fender lebar, garis bodi yang tegas, serta hidung khas shark nose yang kini dipadukan dengan desain kidney grille dan lampu depan dalam satu kesatuan.
Menariknya, hampir seluruh elemen eksterior dirancang bukan sekadar demi estetika. BMW menyebut setiap detail memiliki fungsi aerodinamika untuk menunjang performa.
Mulai dari spion bergaya M yang didesain ulang, saluran udara berbentuk V pada kap mesin untuk membantu pendinginan sistem penggerak listrik, hingga spoiler model ducktail yang berfungsi meningkatkan downforce di bagian belakang.
BMW juga memperkenalkan identitas visual baru melalui lampu berwarna kuning atau M Yellow Lights, yang terinspirasi dari mobil balap GT dan BMW M Hybrid V8.
Sementara pada bumper depan dan belakang hadir desain trimaran yang terinspirasi dari kapal layar berkecepatan tinggi, sekaligus berfungsi menopang komponen aerodinamika seperti front splitter dan diffuser.
BMW M Concept Neue Klasse Foto: dok. BMW/Enes Kucevic
Tak hanya mengejar performa, BMW mulai memasukkan material ramah lingkungan ke dalam mobil performanya. Serat alami digunakan pada sejumlah komponen eksterior, mulai dari front splitter, saluran udara di kap mesin, hingga diffuser belakang.
Material serupa juga hadir di dalam kabin sebagai bagian dari struktur jok. Tampak pada interiornya, nuansa balap langsung terasa. Empat jok bucket baru dirancang untuk memberikan posisi duduk yang lebih stabil saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi.
Balutan kulit Merino dengan kombinasi warna Bathurst Blue dan Berry Red menjadi interpretasi baru dari warna khas BMW M, sementara sabuk pengaman lima titik semakin mempertegas aura mobil balap.
Untuk pertama kalinya, BMW M juga menggunakan material kulit nubuck hitam pada lingkar kemudi, panel pintu, hingga roll bar. Dashboard dibuat minimalis dengan material rajut berwarna hitam yang dipadukan pencahayaan heksagonal, sedangkan aksen merah pada gear selector, shift paddle, dan tampilan digital menjadi pengingat bahwa fokus utama mobil ini tetap pada performa.
BMW M Concept Neue Klasse dirilis di 24 Hours of Le Mans 2026 Foto: dok. BMW/Enes Kucevic
Teknologi Canggih yang Menunjang Performa
Sorotan utama BMW M Concept Neue Klasse justru berada di balik bodinya. Mobil konsep ini menggunakan sistem BMW M eDrive yang mengandalkan empat motor listrik.
Seluruh tenaga tersebut dikendalikan oleh perangkat lunak baru bernama BMW M Dynamic Performance Control, yang berjalan di komputer berperforma tinggi bernama Heart of Joy.
Melalui sistem tersebut, pengaturan tenaga dan pengereman dilakukan secara individual pada masing-masing roda. BMW mengklaim teknologi ini mampu meningkatkan traksi, membuat respons mobil lebih presisi, sekaligus menghasilkan karakter pengendalian yang tetap terasa khas BMW M meski tanpa mesin pembakaran internal.
Sistem penggeraknya sendiri dibangun di atas platform Neue Klasse generasi keenam. BMW membekalinya dengan arsitektur kelistrikan 800 volt serta baterai berkapasitas lebih dari 100 kWh. Sel baterai silinder generasi terbaru yang telah dioptimalkan khusus untuk BMW M diklaim mampu menyuplai tenaga lebih besar sekaligus mempercepat proses pengisian daya.
BMW M Concept Neue Klasse Foto: dok. BMW/Enes Kucevic
Menariknya lagi, struktur baterai dibuat menyatu dengan sasis dan kedua gandar mobil. Pendekatan ini tak hanya membantu meningkatkan kekakuan struktur kendaraan, tetapi juga diklaim memberikan kontribusi terhadap dinamika berkendara.
Meski masih berstatus mobil konsep, BMW M Concept Neue Klasse memberikan gambaran cukup jelas mengenai arah pengembangan mobil sport BMW di masa depan.
Di era elektrifikasi, DNA BMW M tampaknya tak lagi hanya ditentukan oleh suara mesin atau kapasitas silinder, melainkan lewat perpaduan empat motor listrik, perangkat lunak canggih, serta pengendalian presisi yang tetap berakar dari dunia balap.
(mhg/rgr)
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·