Siswa Putus Sekolah di Sragen Kembali Belajar Melalui Sekolah Rakyat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ahmad Lutfi (16), remaja asal Dusun Bendorejo, Sragen, kini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas melalui program Sekolah Rakyat bentukan Presiden Prabowo Subianto setelah sempat putus sekolah akibat himpitan ekonomi keluarga pada Minggu (26/4/2026).

Kondisi ekonomi keluarga Lutfi yang memprihatinkan menjadi penyebab utama dirinya sempat berhenti sekolah, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Ibunya, Punijah, bekerja sebagai buruh tani serabutan dengan penghasilan Rp20-30 ribu per hari untuk menghidupi suami dan dua anaknya.

Punijah menjelaskan bahwa pendapatan tersebut sangat tidak menentu karena sangat bergantung pada ketersediaan lapangan kerja bagi buruh tani harian.

"Itu kalau ada yang mempekerjakan. Kalau enggak ada mempekerjakan, ya enggak kerja," kata Punijah dalam keterangan tertulis.

Hambatan biaya pendidikan muncul lantaran Punijah harus menjadi tulang punggung keluarga sendirian di tengah kondisi suaminya yang mengalami depresi. Lutfi bahkan sempat bekerja di pabrik kerupuk demi membantu kebutuhan pangan keluarga.

"'Mak, saya pengen sekolah lagi'," ungkap Punijah menirukan perkataan sang anak.

Keinginan Lutfi untuk menempuh pendidikan sempat terbentur kenyataan pahit karena keterbatasan fisik tangan kanan Punijah dan kondisi rumah yang sudah keropos.

"Tapi saya enggak mampu. Karena saya jadi tulang punggung sendirian. Jadi saya enggak mampu untuk biayai anak sekolah," sambung Punijah dengan suara bergetar dan kesedihan yang terpancar di wajahnya.

Kini, Lutfi telah terdaftar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 78 Sragen yang menyediakan fasilitas asrama, konsumsi bergizi, hingga perangkat laptop secara cuma-cuma dari pemerintah.

"Alhamdulillah, sangat senang. Saya sangat bersyukur banget. Saya senang sekali. Soalnya anak saya bisa sekolah lagi," ujar Punijah penuh haru.

Lutfi mengungkapkan rasa syukurnya karena sekolah tersebut tidak hanya memberikan materi akademik, tetapi juga pembinaan disiplin yang mendukung cita-citanya mengabdi kepada negara.

"Terima kasih, Bapak Presiden, sudah menerima saya di Sekolah Rakyat. Saya bisa belajar dan menggapai cita-cita saya," ucap Lutfi.

Selain fasilitas pendidikan bagi Lutfi, Kementerian Sosial turut memberikan dukungan ekonomi melalui pemberian dua ekor kambing kepada keluarga Punijah untuk memperkuat ketahanan finansial mereka.