Saham Bank Danamon Merosot 4,26 Persen Usai Pengumuman Integrasi MUFG

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Harga saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menunjukkan tren pelemahan pada sesi perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Penurunan ini terjadi tepat setelah perusahaan secara resmi mengumumkan rencana integrasi dengan MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch atau MUFG Indonesia.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Bloombergtechnoz, BDMN sebenarnya mengawali perdagangan dengan posisi menguat di level Rp4.850 per saham. Bahkan, harga sempat merangkak naik hingga menyentuh titik tertinggi harian pada posisi Rp4.930 per saham.

Namun, tekanan jual mulai terasa sejak pagi hari. Pada pukul 09.20 WIB, nilai saham BDMN terkoreksi hingga menyentuh Rp4.400 per saham, yang mencerminkan penurunan sebesar 6,38 persen. Hingga jeda siang atau penutupan sesi pertama, saham BDMN bertengger di level Rp4.500 per saham, turun 200 poin atau setara 4,26 persen.

Koreksi harga ini muncul setelah saham BDMN mengalami lonjakan nilai yang cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir. Data menunjukkan bahwa dalam kurun waktu satu bulan, harga saham perseroan telah melesat hingga 79,48 persen, sementara secara year to date (ytd) tercatat menguat 81,78 persen.

Berdasarkan catatan transaksi pada Senin, 11 Mei 2026, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp27,26 miliar pada saham BDMN. Pengumuman mengenai aksi korporasi besar ini menjadi perhatian utama pasar karena potensi besaran aset yang akan dikelola di masa depan.

Manajemen PT Bank Danamon Indonesia Tbk telah merilis informasi mengenai rencana penggabungan kekuatan dengan MUFG Indonesia. Langkah strategis ini diproyeksikan bakal melahirkan entitas perbankan raksasa dengan total aset gabungan yang menembus angka Rp480 triliun.

"Apabila terlaksana, integrasi tersebut akan menggabungkan kekuatan, keahlian, serta jaringan global dan nasional kedua entitas secara optimal untuk menjadi salah satu institusi finansial global terdepan di Indonesia, yang menyediakan solusi finansial dengan jangkauan nasabah yang lebih luas, memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan industri jasa keuangan dan perekonomian Indonesia," tulis manajemen BDMN dalam keterbukaan informasi.

Meskipun proses integrasi sedang direncanakan, pihak manajemen memastikan bahwa operasional perbankan tetap berjalan normal. Tidak ada perubahan mendadak pada layanan nasabah maupun jaringan kantor dari kedua belah pihak selama proses ini berlangsung.

Nasabah Danamon maupun MUFG Indonesia tetap dapat melakukan transaksi keuangan, menggunakan produk, serta mengakses layanan sebagaimana mestinya. Jam operasional kantor cabang juga dipastikan tetap mengikuti jadwal yang sudah berlaku saat ini tanpa adanya gangguan.

Secara mendetail, kalkulasi aset menunjukkan angka yang cukup signifikan bagi industri perbankan nasional. Total aset konsolidasian BDMN pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp275,7 triliun, sementara MUFG menyumbang aset sebesar Rp207 triliun, sehingga total aset jika integrasi terealisasi mencapai Rp482,7 triliun.