Puan minta pemerintah siaga air bersih antisipasi kekeringan meluas

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipatif mulai dari menyiagakan kebutuhan air bersih hingga memitigasi dampak kekeringan di sektor pertanian dan kesehatan masyarakat menyusul prediksi musim kemarau yang akan lebih panjang pada tahun 2026.

"Kekeringan yang semakin meluas saat ini harus segera disiasati dengan langkah-langkah strategis untuk meminimalisasi dampak di berbagai sektor. Apalagi masyarakat di sejumlah daerah sudah mengalami krisis air bersih," kata Puan di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya tiga kabupaten di Pulau Jawa mengalami krisis air bersih, yakni di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, serta Kabupaten Karawang dan Bogor di Jawa Barat.

Akibat kekeringan itu, lebih dari 1.600 warga terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.

Puan juga meminta pemerintah tak hanya menyalurkan bantuan air bersih tetapi juga menyiapkan infrastruktur jangka panjang.

"Untuk daerah-daerah rawan kekeringan, harus ada mitigasi di tingkat hulu dan hilir, seperti memanen air hujan dan membuat sumur resapan," katanya.

Dia juga mendorong pemerintah untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah mengatasi kekeringan, termasuk kepada petani karena krisis air berpotensi berdampak signifikan di sektor pertanian.

"Instansi terkait, termasuk Pemda bersama kelompok tani harus duduk bersama untuk berdiskusi mencari pendekatan yang paling tepat karena setiap daerah belum tentu sama tantangannya," katanya.

Puan menambahkan harus ada koordinasi lintas lembaga/kementerian yang berbasis pada skenario risiko yang sama.

Prediksi iklim yang tersedia berbulan-bulan sebelum puncak kemarau, kata dia, sesungguhnya merupakan kesempatan bagi negara untuk menunjukkan kapasitas tata kelola yang lebih preventif.

"Masyarakat perlu diyakinkan bahwa setiap keputusan yang diambil Pemerintah didasarkan pada perencanaan risiko yang matang," katanya.

Baca juga: BNPB: Ribuan liter air dipasok atasi kekeringan di Jabar dan Jateng

Baca juga: Data prediksi iklim jadi basis pemda tetapkan siaga darurat kekeringan

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.