Polrestabes Surabaya Sekat Pintu Masuk Menjelang HUT Persebaya

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Aparat kepolisian memperketat pengamanan di perbatasan Kota Surabaya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-99 Persebaya pada Rabu, 17 Juni 2026. Langkah antisipatif ini diambil guna mengendalikan kedatangan massa suporter dari luar daerah dan mencegah gangguan keamanan di Kota Pahlawan.

Penyekatan akses jalan mulai diberlakukan pada pukul 20.00 WIB di tujuh titik perbatasan kota. Lokasi pembatasan tersebut meliputi Bundaran Waru dekat City of Tomorrow, simpang empat Jalan Kedung Cowek, MERR Gunung Anyar, Jalan Romokalisari, Terminal Benowo, dan Jembatan Baru Karangpilang.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengonfirmasi bahwa seluruh titik sekat tersebut dijaga oleh personel gabungan yang bersiaga penuh. Kebijakan ini diterapkan karena puncak perayaan suporter diprediksi terjadi sekitar pukul 00.00 WIB dengan titik kumpul utama di Gelora 10 Nopember, Tambaksari.

"Penyekatan dilakukan di batas kota seperti di Bundaran Waru (City of Tomorrow),” kata Galih ketika dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).

“Kemudian simpang empat di Jalan Kedung Cowek, MERR (Middle East Ring Road) Gunung Anyar, Jalan Romokalisari, Terminal Benowo dan Jembatan Baru Karangpilang," tambahnya.

Selain penyekatan di perbatasan, petugas juga memetakan beberapa area di dalam kota yang rawan menjadi pusat kerumunan massa. Lokasi tersebut meliputi Stadion Gelora 10 November, Jalan Raya Darmo, flyover Pasar Kembang, flyover Mayangkara, Gedung Negara Grahadi, Monumen Kapal Selam, serta Tugu Pahlawan.

Untuk mengamankan titik-titik krusial tersebut, pihak berwenang menggelar apel kesiapan pasukan di Mapolrestabes Surabaya sejak pukul 19.00 WIB. Sebanyak 2.081 personel gabungan dikerahkan ke lapangan demi memastikan situasi kota tetap kondusif.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi mengungkapkan rincian kekuatan pengamanan yang melibatkan jajaran interdep. Anggota yang diterjunkan terdiri dari 966 personel Polrestabes Surabaya, 790 personel Polda Jawa Timur, 130 personel TNI, serta 186 petugas dari Pemerintah Kota Surabaya seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan.

“Personel pengamanan 2.072, Polda Jatim (Jawa Timur) 790 personel, Polrestabes Surabaya ada 966 personel, TNI 130 personel, Pemkot Surabaya ada 186 anggota,” jelas Hadi.

"Personel pengamanan 2.081," ujarnya.

Pihak manajemen Persebaya Surabaya turut mengeluarkan imbauan resmi kepada para pendukung agar mengutamakan keselamatan. Melalui akun media sosial, official tim menyarankan Bonek untuk merayakan momentum hari jadi ini dari rumah atau lingkungan tempat tinggal masing-masing tanpa harus melakukan konvoi di jalan raya.

Langkah preventif ini diperkuat oleh catatan evaluasi keamanan pada tahun sebelumnya yang menunjukkan tingkat kerawanan tinggi di sekitar lokasi perayaan. Selain potensi kriminalitas, kerumunan massa di jalan raya juga berisiko memicu kecelakaan lalu lintas yang fatal bagi para suporter.

"Stadion Gelora 10 Nopember yang menjadi titik kumpul massa, tahun lalu ada 37 kejadian kriminalitas, mulai dari pengeroyokan, pemukulan, perampasan, dan lain-lain,” tulis @officialpersebaya.

“Sebelumnya juga ada Bonek yang meninggal saat berkendara dari Kediri menuju Surabaya untuk merayakan ulang tahun," imbuhnya.

Sebelum malam puncak perayaan, upaya cipta kondisi juga telah bergerak di tingkat kecamatan sejak Senin malam, 15 Juni 2026. Koramil Sawahan jajaran Kodim Surabaya bersama unsur tiga pilar melaksanakan Apel Asuhan Rembulan yang dilanjutkan dengan patroli keamanan di wilayah Kelurahan Pakis, Banyu Urip, dan Putat Jaya.

Patroli kewilayahan ini menyasar titik-titik rawan guna mengantisipasi pergerakan massa dalam jumlah besar, sekaligus mengantisipasi potensi gesekan dari kegiatan pawai organisasi lain. Langkah persuasif dilakukan petugas dengan mengimbau warga agar proaktif menjaga ketertiban lingkungan mereka.

Danramil 0830-14/Sawahan, Mayor Eko Wahyudi, menyatakan kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Melalui Apel Asuhan Rembulan dan patroli gabungan ini, kami berupaya mencegah gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kerja sama semua unsur sangat penting agar wilayah Sawahan tetap kondusif,” tegasnya.

Di sisi lain, perayaan ulang tahun klub kebanggaan Kota Pahlawan ini juga diwarnai dengan peluncuran produk resmi. Produsen apparel AZA merilis produk Persebaya 99th Anniversary Jersey yang mengusung tema emosional mengenai ikatan batin antara klub dan barisan pendukung setianya lintas generasi.

Pakaian edisi khusus ini diproduksi menggunakan spesifikasi kain ringan seberat 130 gsm yang memiliki fitur pengeringan cepat dan teknologi anti-bau. Manajemen toko resmi Persebaya berharap rilis produk ini mampu memfasilitasi antusiasme pendukung dalam merayakan hari jadi tim kesayangan mereka lewat cara yang lebih aman.

“Setiap orang memiliki alasan berbeda untuk mencintai Persebaya. Pesan itulah yang coba kami angkat lewat jersey ini,” ujar Arif Rahman Hakim, Senior Manager Brand AZA dan Persebaya Store.

Menurut Hakim, Persebaya 99th Anniversary Jersey hadir sebagai representasi perjalanan panjang klub menuju usia satu abad. “Kami ingin menyampaikan bahwa setiap jahitan dan detail pada jersey ini menjadi pengingat bahwa di baliknya tersimpan banyak cerita. Cerita yang bukan hanya dimiliki para pemain di lapangan, tetapi juga jutaan pendukung yang setia membersamai Persebaya selama puluhan tahun,” jelasnya.