PLN S2JB catat transaksi SPKLU naik hingga 18 kali lipat

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Palembang (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) mencatat transaksi pengisian daya kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) meningkat hingga 18 kali lipat dalam kurun waktu lima tahun terakhir seiring bertambahnya pengguna kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Manager Strategi Pemasaran PLN UID S2JB Wahyu Hadi Perdana di Palembang, Rabu, mengatakan tren penggunaan kendaraan listrik terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Pada 2020 jumlah transaksi pengisian daya kendaraan listrik di wilayah kerja PLN UID S2JB tercatat sekitar 1.800 kali dalam setahun atau rata-rata hanya 150 transaksi per bulan.

Namun, pada 2025 jumlah transaksi mengalami lonjakan signifikan. Dalam kurun empat hingga lima bulan pertama, transaksi pengisian daya sudah mencapai sekitar 14.000 kali atau rata-rata hampir 3.000 transaksi per bulan.

Baca juga: PLN operasikan SPKLU ke 5000 perkuat ekosistem kendaraan listrik

Menurut dia, tren pertumbuhan tersebut berlanjut pada 2026 dengan rata-rata transaksi bulanan yang tetap berada di kisaran 3.000 kali per bulan, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

"Kalau berdasarkan data, tahun 2020 sampai 2026 skalanya rata-rata meningkat sampai 18 kali," katanya.

Melihat perkembangan itu, PLN terus memperluas dukungan terhadap ekosistem kendaraan listrik, salah satunya melalui pengembangan infrastruktur SPKLU di berbagai wilayah.

PLN juga membuka peluang investasi dan kemitraan bagi pelaku usaha maupun investor yang ingin berkolaborasi dalam pengembangan SPKLU melalui skema kerja sama business to business (B2B).

"Kami sangat terbuka bagi para pelaku usaha dan investor untuk sama-sama mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik. Semakin banyak pengguna EV, kebutuhan SPKLU juga akan semakin besar," ujarnya.

Baca juga: SPKLU menjamin hak konsumen, bukan sekadar menyalurkan listrik

Selain menyediakan SPKLU, PLN juga mendorong penggunaan fasilitas pengisian daya di rumah atau home charging sebagai alternatif yang lebih praktis bagi pemilik kendaraan listrik.

Untuk mendukung program tersebut, PLN memberikan diskon biaya pemasangan baru home charging hingga 50 persen. Selain itu, pelanggan juga memperoleh potongan tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya yang dilakukan pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.

Berbagai insentif tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung percepatan transisi energi yang lebih ramah lingkungan di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

"Masyarakat yang telah menggunakan maupun berencana beralih ke kendaraan listrik tidak perlu khawatir terkait ketersediaan fasilitas pengisian daya karena PLN terus mengembangkan infrastruktur pendukung dan memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna EV," kata Wahyu.

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.