Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola menyoroti pentingnya pengelolaan Instalasi Pembuangan Air Limbah (Ipal) yang baik sebagai bagian dari standar sanitasi dapur untuk memastikan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
“Ipal harus betul-betul diperhatikan. Hal ini penting untuk memastikan dapur tetap memenuhi standar kebersihan, sehingga operasional dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Longki saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Baca juga: BGN tegaskan keamanan pangan MBG dijaga ketat di SPPG
Longki mengatakan hal tersebut saat meninjau operasional dapur MBG Gunung Bosa di Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dalam rangka reses Masa Sidang IV Tahun 2025–2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan pelaksanaan program strategis pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi pelajar.
Menurut dia, penerapan standar tersebut penting untuk memastikan keamanan pangan serta kecukupan gizi bagi para penerima manfaat, terutama siswa.
Longki mengingatkan agar kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pengelola dan tenaga ahli gizi perlu memastikan seluruh proses pengolahan higienis dan sesuai standar, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal,” katanya.
Menurutnya, MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sejak dini.
Baca juga: BGN: Wapres minta tingkatkan keamanan pangan dan distribusi MBG 3T
Baca juga: SPPG diminta terapkan standar keamanan pangan untuk jaga kualitas MBG
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Bosa Putri Ramadahani menyampaikan bahwa operasional dapur berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dia dan ahli gizi Faiz Akbar memastikan bahwa aspek kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas gizi terus dijaga secara konsisten.
Dia menyebutkan bahwa saat ini dapur MBG Gunung Bosa melayani sebanyak 1.705 penerima manfaat.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan sesuai standar yang ditetapkan agar program ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·