Gubernur Sumut jajaki kerja sama PSEL Medan Raya dengan Finlandia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menjajaki peluang kerja sama atas pengolahan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Medan Raya dengan Finlandia.

Bobby mengatakan kerja sama itu diharapkan mendukung pengelolaan sampah, dan sekaligus memperkuat pasokan energi listrik di wilayah Sumut, termasuk daerah terpencil.

"Oleh karena itu, kami berharap mungkin Finlandia bisa mendukung program untuk membangun PSEL ini," kata Bobby usai menerima Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.

Ia menyebutkan keberadaan fasilitas PSEL Medan Raya tersebut sangat dibutuhkan guna menjawab tantangan pengelolaan sampah di Sumatera Utara.

Saat ini, proyek PSEL itu menghasilkan tenaga listrik sebesar 15 MW yang dirancang mengolah sampah hingga 1.700 ton per hari melayani Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang yang tengah berjalan.

Bobby berharap pembangunan fasilitas serupa dapat diperluas ke wilayah lainnya di Sumatera Utara, terutama daerah-daerah sulit dijangkau.

"Kami harap kita bisa kerja sama dengan skala yang sama atau yang lebih kecil di beberapa wilayah," kata Bobby.

Selain membantu memenuhi kebutuhan listrik, menurut dia, PSEL Medan Raya itu juga menjadi solusi dalam mengelola limbah masyarakat Sumut secara berkelanjutan.

Gubernur juga menawarkan peluang kerja sama di sektor industri hilirisasi, karena Sumut memiliki potensi besar dengan didukung sumber daya alam melimpah, dan letak geografis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka.

Selain itu, Bobby juga memaparkan, sejumlah komoditas unggulan Sumut, dan salah satunya kelapa sawit yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui berbagai industri turunan.

"Kami sangat terbuka tentang pengolahan kelapa sawit. Uni salah satu hal paling berpotensi di Sumut," kata Bobby.

Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti menyatakan kesiapan negaranya untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, baik skala kecil maupun skala besar di Sumatera Utara.

"Finlandia juga siap memberikan pendampingan mulai dari penerapan teknologi, sistem penyortiran sampah hingga edukasi kepada masyarakat," katanya.

Menurut Pekka, persoalan sampah juga pernah menjadi tantangan besar di Finlandia.

"Namun, melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi, kini hanya sekitar satu persen sampah berakhir di tempat pembuangan akhir," ujar dia.

Finlandia, lanjutnya, juga telah mengembangkan sistem modular pengolahan limbah menjadi listrik yang dapat diterapkan dalam berbagai skala.

"Sistem berkapasitas kecil dinilai cocok untuk wilayah terpencil, mengingat kondisi geografis Finlandia yang memiliki karakteristik kepulauan dan tersebar seperti Indonesia," kata Pekka.

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.