Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief meminta siaran Piala Dunia U-17 oleh TVRI harus dimanfaatkan secara maksimal bukan hanya sebagai ajang siaran olahraga, tetapi juga sebagai sarana penguatan peran media publik di tengah masyarakat.
Menurut dia, agenda olahraga mempunyai peluang besar untuk meningkatkan kualitas penyiaran publik.
"Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi dan strategi yang tepat, termasuk dalam memanfaatkan setiap konten yang dimiliki," kata Hendry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Selain itu, lembaga penyiaran, kata dia, harus mampu berkolaborasi, memperluas jangkauan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta menjaga konsistensi rating agar manfaatnya berkelanjutan.
Momentum Piala Dunia U-17, kata dia, perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mensosialisasikan ajang Piala Dunia kepada masyarakat luas, sehingga antusiasme publik dapat terus dibangun sejak dini.
Selain itu, dia juga mendorong penerapan strategi penjualan paket (bundling) konten agar siaran menjadi lebih menarik, variatif dan memiliki nilai tambah bagi penonton.
Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa pasca penyelenggaraan Piala Dunia, TVRI harus mampu mempertahankan bahkan meningkatkan rating, sehingga tetap diminati masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi dalam pelayanan publik.
Dia mengatakan perlunya upaya konsisten dalam meningkatkan rating, serta menghindari penurunan drastis setelah agenda berakhir.
Menurut dia, keberlanjutan menjadi kunci utama agar dampak Piala Dunia tidak bersifat sementara.
Dia pun mengapresiasi kepada TVRI yang telah menggandeng Polri dalam mendukung penyelenggaraan.
Ia menilai bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci sukses dalam menyukseskan agenda berskala internasional.
Baca juga: Komisi VII minta lembaga penyiaran perluas promosi siaran Piala Dunia
Baca juga: Ketua Komisi VII: Siaran Piala Dunia harus berhasil demi jaga marwah TVRI
Baca juga: Komisi VII DPR rapat dengan TVRI bahas persiapan siaran Piala Dunia
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·