Satu rangkaian KRL KA 1635B relasi Serpong-Tanah Abang mengalami gangguan teknis di Stasiun Serpong pada Selasa (12/5/2026) pagi. Kendala operasional ini mengakibatkan keterlambatan perjalanan dan penumpukan penumpang di sejumlah stasiun penyangga menuju Jakarta.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa petugas teknisi sedang berupaya menangani masalah pada sarana kereta tersebut. Meskipun terjadi kendala, jalur tetap bisa dilalui oleh rangkaian kereta lain yang datang dari arah Parung Panjang maupun Rangkasbitung.
"Kami mohon maaf atas gangguan operasional yang terjadi pada pagi hari ini terhadap KA1635B relasi Serpong-Tanah Abang di Stasiun Serpong, yang saat ini masih dalam penanganan petugas," kata Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.
Pihak KCI menyatakan bahwa identifikasi penyebab kerusakan masih berlangsung di lapangan oleh tim ahli. Penumpang yang terdampak disarankan untuk beralih ke jadwal keberangkatan berikutnya guna meminimalisir kepadatan di area peron.
"Ada gangguan teknis pada KRL KA1635B, untuk penyebab dari gangguan teknis masih dalam pengecekan dan penanganan teknisi," tutur Karina Amanda.
Manajemen memastikan layanan Commuter Line menuju Stasiun Tanah Abang tetap beroperasi dengan konsekuensi penyesuaian waktu tempuh. Karina menekankan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama proses normalisasi berlangsung.
"Untuk layanan Commuterline tujuan Stasiun Tanah Abang tersebut tetap dapat dilayani, namun terdapat dampak keterlambatan atas gangguan operasional pagi ini," katanya.
Dampak gangguan ini sangat terasa di Stasiun Sudimara, di mana ribuan pengguna jasa tertahan dan harus berdesakan untuk masuk ke dalam gerbong kereta yang tersedia. Salah satu penumpang, Riani, melaporkan kondisi peron yang sangat padat melalui media sosial Threads @bublyfly.
"Aku berangkat dari Stasiun Sudimara mau ke Tanah Abang, biasanya harapan warga Sudimara-Jurangmangu itu cuma KRL dari Serpong," kata Riani, salah satu warga.
Kepadatan tersebut memicu situasi saling dorong di pintu masuk kereta karena keterbatasan armada yang melintas pada jam sibuk. Riani bahkan menyebutkan barang pribadinya mengalami kerusakan akibat situasi yang tidak kondusif tersebut.
"Cuma ternyata pagi ini kereta dari Serpong ada gangguan, pintunya gak mau kebuka yang seharusnya jam 06.15 sudah jalan, jadilah terjadi penumpukan di beberapa stasiun setelahnya. Bahkan sampai Hpku retak padahal udah ditaro di tas," kata Riani.
Informasi dari lapangan menunjukkan bahwa kepadatan mulai terurai setelah pukul 07.00 WIB ketika rangkaian dari stasiun pemberangkatan lain mulai masuk secara reguler. Riani mencatat momen evakuasi penumpang terjadi sebelum jadwal perjalanannya berlanjut.
"Video yang aku take di jam 06.59, aku skip kereta itu, tapi setelah kereta itu alhamdulillah kedapetan naik. Kalau setelah aku naik KRL-nya sih gak ada keterlambatan, keterlambatannya yang diawal Serpong tadi, jadi akibatnya ke Stasiun Sudimara-Pondok Ranji-nya ramai banget," katanya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·