Kementan undang industri dari 30 negara pacu daya saing peternakan RI

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama sektor swasta memperkuat daya saing industri peternakan nasional melalui Indo Livestock 2026 yang mempertemukan ratusan pelaku usaha dari 30 negara untuk mendorong investasi.

"Indo Livestock 2026 mempertemukan pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam mendorong pertumbuhan industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Agung menyampaikan hal itu dalam pembukaan pameran dan forum internasional terkemuka bidang peternakan di Indonesia, Indo Livestock 2026 Expo & Forum, yang diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Banten.

Agung menyampaikan ajang itu diselenggarakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI bersama PT Napindo Media Ashatama (Napindo) sebagai tuan rumah.

"Pemerintah dan pelaku industri memperkuat kolaborasi dan mendorong inovasi demi meningkatkan daya saing sektor peternakan dan kesehatan hewan nasional," ujarnya.

Pameran yang bersinergi dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026 Expo & Forum ini menghadirkan 600 peserta dari 30 negara dengan tujuh paviliun negara, yakni China, Eropa, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam.

Sebagai wadah strategis diplomasi ekonomi dan pengembangan industri, pameran itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, investor, serta profesional dari berbagai negara untuk memperluas peluang kerja sama, transfer teknologi.

Selain itu mendorong investasi yang mendukung transformasi industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur di Indonesia.

Untuk pertama kalinya, lanjut Agung, sejak penyelenggaraan perdana pada tahun 2002, Kementerian Pertanian melalui Ditjen PKH bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan, mempertegas posisi Indo Livestock sebagai platform strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam mendorong pertumbuhan industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

Agung menegaskan sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani untuk mewujudkan visi Generasi Emas 2045, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan investor guna meningkatkan produksi, memperkuat investasi, serta memperluas akses pasar bagi produk peternakan Indonesia.

Menurut dia, Indo Livestock merupakan salah satu pameran peternakan berskala internasional terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan sektor peternakan dari berbagai negara.

Ia menjelaskan ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi industri, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen diplomasi ekonomi peternakan Indonesia melalui penguatan kerja sama dan transaksi bisnis lintas negara.

Selain itu, Indo Livestock menjadi ruang konsolidasi nasional bagi para pemangku kepentingan sektor peternakan dan kesehatan hewan guna mempercepat modernisasi usaha yang berdampak pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara itu, Managing Director Napindo, Arya Seta Wiriadipoera mengatakan ajang itu merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan platform yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara dalam satu ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor peternakan dan industri pendukungnya.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan teknologi, tetapi juga sarana untuk memperluas jejaring bisnis, mendorong transfer pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Lebih dari sekadar ajang pameran, Indo Livestock merupakan platform kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi," katanya.

Melalui partisipasi ratusan perusahaan dari berbagai negara, pihaknya berharap penyelenggaraan tahun ini dapat mendorong lahirnya peluang kerja sama, investasi, dan transfer teknologi yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur Indonesia.

Selain menghadirkan pameran berskala internasional, Indo Livestock 2026 juga menyelenggarakan beragam program unggulan yang dirancang untuk mendorong pengembangan industri sekaligus memperluas partisipasi masyarakat. Salah satunya adalah Indo Livestock Grand Championship (ILGC) yang menjadi sorotan tahun ini pada penyelenggaraan perdananya.

Baca juga: Kementan dorong investasi vaksin dan obat hewan perkuat peternakan RI

Baca juga: PTPN I Groundbreaking Industri Ayam Terpadu di enam Provinsi secara serentak

Baca juga: Pemerintah perkuat industri pakan nasional demi kemandirian pangan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.