Kemendikdasmen dan Alfamart Jalin Kerja Sama Perkuat Mutu Guru SMK

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melalui BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata resmi menjalin kemitraan dengan Alfamart dan Alfamidi untuk memperkuat mutu guru di 229 Sekolah Menengah Kejuruan, Jumat (22/5/2026).

Sinergi ini diresmikan di Kantor BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, lewat penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Human Capital Director Alfamart & Alfamidi Tri Wasono Sunu, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin, serta Kepala BBPPMPV Bispar Nana Halim.

Dilansir dari Detikcom, kolaborasi ini menitikberatkan pada penguatan skema link and match antara sektor pendidikan vokasi dengan industri ritel modern, khususnya untuk pengajar Alfamart Class dan Alfamidi Class.

Hingga kini, program kelas industri tersebut telah bermitra dengan 229 SMK di 23 provinsi yang menjangkau 16.700 siswa aktif, di mana sebanyak 7.100 lulusannya sudah terserap bekerja secara langsung.

Agenda strategis yang disepakati meliputi penyelarasan kurikulum, penguatan kompetensi guru melalui Training for Trainer, Praktik Kerja Lapangan, hingga pelaksanaan uji kompetensi pengajar dan lulusan.

Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi, Tri Wasono Sunu menerangkan bahwa program yang diinisiasi sejak 2009 di SMK PGRI 3 Malang ini sukses menyalurkan lulusannya menjadi karyawan tanpa seleksi tambahan.

"Komitmen kerja sama ini semakin menguatkan peran para pengajar di program Alfamart-Alfamidi Class, yang tercatat saat ini 1.373 Guru Produktif mengajar di sekolah mitra. Pelatihan manajemen ritel akan diberikan langsung oleh para profesional Alfamart-Alfamidi, dan nantinya mereka mendapat sertifikasi yang dikeluarkan resmi oleh Alfamart-Alfamidi dan BBPPMPV Bispar," kata Sunu, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Program ini dirancang agar para guru bisa terlibat langsung dalam operasional gerai ritel modern demi menyelaraskan materi ajar di kelas.

"Melalui kemitraan strategis dengan BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata di tahun 2026 ini, kami tidak ingin pelatihan guru hanya menjadi sekadar formalitas di atas kertas saja. Kami mendesain program ini secara komprehensif melalui metode Blended Learning dan Action Learning yang terukur," jelas Sunu.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin menyambut positif kemitraan strategis ini demi kemajuan pendidikan vokasi nasional.

Tatang menekankan bahwa guru memegang peranan krusial dalam membentuk pola pikir serta kompetensi para siswa, khususnya dalam program kelas industri.

"Peran guru dapat dioptimalkan dengan menjadikan Bapak dan Ibu sebagai pionir yang memiliki kedekatan serta kemampuan untuk membentuk perubahan kebiasaan tersebut. Sederhananya, kebiasaan peserta didik saat ini tentu akan berbeda ketika mereka nantinya memasuki dunia industri. Karena itu, peran para pengajar menjadi sangat penting dalam membangun mentalitas serta kompetensi anak didik," jelas Tatang.

Pelatihan untuk tenaga pengajar ini akan menerapkan skema terintegrasi dalam empat tahapan utama.

Fase pelatihan meliputi pembelajaran daring selama dua hari, simulasi luring selama tiga hari, magang di gerai selama 10 hari, serta asesmen yang berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026.

Kepala BBPPMPV Bispar, Nana Halim menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan mewujudkan keselarasan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri ritel modern saat ini.

"Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan kompetensi atau link and match antara pendidikan SMK dengan kebutuhan industri khususnya ritel modern. Secara keseluruhan materi ini dilaksanakan sebanyak 150 jam pelajaran yang difasilitasi oleh praktisi dari manajemen Alfamart," pungkas Nana.