Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat performa positif pada pembukaan perdagangan hari Rabu (17/6/2026). Dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks langsung bergerak ke zona hijau dengan kenaikan sebesar 88,76 poin atau melonjak 1,41% ke level 6.343 pada pukul 09.09 WIB.
Pergerakan menguat ini memposisikan IHSG sebagai bursa saham dengan kenaikan tertinggi nomor satu di kawasan Asia pada pagi ini. Performa indeks domestik tercatat lebih unggul dibandingkan dengan indeks KOSDAQ di Korea Selatan yang terpantau naik 1,2%.
Situasi di pasar regional Asia sendiri bergerak secara bervariasi. Beberapa bursa saham utama seperti TW Weighted Index di Taiwan, PSEi di Filipina, Shanghai Composite di China, KOSPI di Korea Selatan, dan Hang Seng di Hong Kong justru dibuka melemah di zona merah.
Sebaliknya, penguatan dialami oleh sejumlah bursa regional lainnya yang bergerak beriringan dengan IHSG. Beberapa di antaranya meliputi KOSDAQ di Korea Selatan, Straits Times di Singapura, Topix di Jepang, NIKKEI 225 di Tokyo, serta Shenzhen Composite dan CSI 300 di China.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas transaksi di pasar modal domestik berlangsung cukup bersemangat. Volume perdagangan pada menit-menit awal telah mencapai 4,47 miliar lembar saham.
Nilai transaksi perdagangan tercatat sudah membukukan angka Rp3,31 triliun. Aktivitas tersebut berjalan melalui frekuensi transaksi yang mencapai sebanyak 310.555 kali.
Secara rinci, pergerakan saham di papan perdagangan didominasi oleh tren positif. Terdapat sebanyak 390 saham yang bergerak menguat, sedangkan 144 saham mengalami koreksi, dan 184 saham lainnya stagnan atau tidak bergerak.
Kenaikan indeks domestik ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan internal. Berdasarkan laporan riset harian dari BRI Danareksa Sekuritas, sentimen positif utama bersumber dari kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Langkah diplomasi tersebut berhasil mendorong penguatan mata uang rupiah ke kisaran Rp17.700 per dolar AS. Selain itu, perkembangan ini efektif meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko geopolitik global serta stabilitas harga energi dunia.
“IHSG berpotensi melanjutkan penguatan seiring terbentuknya pola V-shape recovery dan keberhasilannya kembali bertahan di atas level psikologis 6.000,” papar BRI Danareksa.
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menambahkan bahwa laju indeks juga didukung oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Bank Indonesia (BI) dan The Fed diperkirakan bakal tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka.
Dari sisi analisis teknikal, momentum pemulihan indeks dinilai masih terjaga dengan baik. Selama IHSG mampu bertahan di atas area support 6.071–5.931, indeks berpeluang melanjutkan tren naik menuju target resistance di rentang 6.300–6.360.
Penurunan harga minyak mentah dunia ikut menjadi katalis positif bagi pasar keuangan domestik. Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa koreksi harga komoditas energi tersebut meredakan tekanan inflasi serta meminimalkan risiko pelebaran defisit APBN.
Berdasarkan laporan Bloomberg News, harga minyak dunia saat ini menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir. Sentimen ini dipicu oleh rencana pembukaan kembali Selat Hormuz pasca-kesepakatan AS-Iran yang diprediksi akan menambah pasokan minyak mentah di pasar global.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kini diperdagangkan di bawah level US$77 per barel setelah turun 16% dalam empat sesi berturut-turut. Sementara itu, minyak mentah acuan global jenis Brent ditutup melemah di bawah level US$79 per barel.
“AS dilaporkan akan mengizinkan Iran untuk segera mulai menjual minyak mentah sesuai dengan ketentuan kesepakatan untuk mengakhiri konflik,” papar Phintraco.
Rekomendasi Saham Pilihan Analis
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat pada hari ini. Penurunan harga minyak, penguatan kurs rupiah, dan kenaikan harga komoditas tertentu menjadi motor utama penguatan.
Meskipun demikian, koreksi yang terjadi di bursa Wall Street AS serta adanya potensi aksi ambil untung (profit taking) investor perlu diwaspadai sebagai sentimen negatif. CGS International Sekuritas menetapkan rentang support IHSG di level 6.115–5.975 dan resistance pada level 6.395–6.535.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.115–5.975 dan resistance 6.395–6.535,” terang CGS International Sekuritas.
Di sisi lain, Panin Sekuritas menilai bahwa berkurangnya tekanan arus modal asing yang keluar (outflow) turut menjaga stabilitas pasar saham. Hal ini didukung oleh situasi geopolitik yang kian kondusif dan pergerakan rupiah yang stabil.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Sejumlah sekuritas juga merilis daftar saham pilihan yang dapat dicermati oleh para investor pada perdagangan hari ini. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham BMRI, MDKA, dan SMIL.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memilih saham BMRI, BBCA, MYOR, UNVR, dan ANTM untuk dicermati. Bagi investor yang mengikuti panduan CGS International Sekuritas, saham pilihan hari ini meliputi ANTM, ARCI, BRMS, HRTA, BMRI, dan BBCA. Adapun Panin Sekuritas menjatuhkan pilihan pada saham MYOR, PSAB, dan MTEL.
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·