Gubernur Jakarta Evaluasi Tarif Bus Transjabodetabek Rute Bandara

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menggodok penyesuaian tarif bus Transjabodetabek, meskipun tidak seluruh rute akan mengalami kenaikan harga tiket. Rencana evaluasi ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Jumat (12/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"(Tarif) segera difinalkan. Sementara masih tarif yang sama, dalam waktu segera akan segera diputuskan," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kesamaan tarif pada moda transportasi publik lainnya di Jakarta. Evaluasi menyeluruh tetap dilakukan terhadap seluruh koridor yang beroperasi.

"Tetapi saya ingin meluruskan sekali lagi bahwa yang Transjabodetabek tidak semuanya kemudian nantinya apa tarifnya itu naik," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Beberapa rute bus penunjang tersebut nantinya akan diselaraskan dengan tarif reguler yang berlaku pada jaringan bus transjakarta. Langkah sinkronisasi ini diharapkan dapat menjaga keterjangkauan layanan bagi para pelaju.

"Kalau ada penyesuaian tentunya sama dengan Transjakarta," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Kenaikan volume penumpang yang signifikan menjadi salah satu poin penting dalam evaluasi operasional ini. Salah satu jalur yang mencatatkan keterisian sangat tinggi adalah rute dari Terminal Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Evaluasinya sebenarnya sederhana saja, peminatnya tinggi banget. Dulu kan target kita 2.000 per hari, ternyata lebih dari itu. Karena memang aktivitas orang ke bandara kan tinggi," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Tingginya minat masyarakat terhadap rute komuter bandara ini didorong oleh faktor efisiensi waktu perjalanan. Keberadaan lajur khusus membuat moda transportasi ini memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan opsi kendaraan lain.

"Sekranag ini yang menggunakan bus itu dibandingkan transportasi lain, mereka lebih rata-rata lebih cepat karena punya akses sendiri dan itu keuntungannya," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Terkait fasilitas penunjang, DKI Jakarta mengharapkan komitmen dari pemerintah daerah di sekitar ibu kota untuk membenahi infrastruktur penurunan penumpang. Kerja sama berupa penyediaan dana bantuan operasional juga akan disambut baik.

"Kalau penyangga mau ikut ya Alhamdulillah. Pokoknya gini lah, saya sebagai Gubernur Jakarta selama kita masih bisa, tentunya saya akan menyelesaikan. Saya cuma mengharapkan segini aja, daerah-daerah penyangga halte-haltenya dipersiapkan, udah itu aja," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Layanan bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta (SH2) sendiri pertama kali diresmikan oleh pemerintah pada Kamis (12/3). Selama masa awal operasional yang berjalan tiga bulan, tarif khusus masih diberlakukan untuk menstimulasi minat warga.

"Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp 3.500 selama tiga bulan ini," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Penyesuaian ongkos perjalanan dinilai tidak terhindarkan mengingat besarnya alokasi anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah untuk membiayai operasional rute ini.