Banjarbaru (ANTARA) - Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengenalkan nilai geologi dan budaya Situs Penambangan Tradisional Intan Cempaka kepada siswa Jurusan Pariwisata SMKN 4 Banjarbaru sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap warisan daerah.
Biologist Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Ramadhan Jayusman di Situs Penambangan Tradisional Intan Cempaka, Banjarbaru, Rabu, menerima kunjungan edukatif para pelajar tersebut untuk memperluas wawasan peserta didik mengenai sejarah pertambangan intan tradisional, potensi geowisata, serta pentingnya pelestarian warisan budaya dan geologi daerah.
Baca juga: Pengelola kembangkan Geopark Meratus, beri pengalaman wisata beragam
Jayusman memaparkan mengenai sejarah kawasan, nilai budaya yang terkandung dalam aktivitas penambangan tradisional, serta peran situs tersebut dalam mendukung pendidikan dan pelestarian warisan daerah.
“Situs Penambangan Tradisional Intan Cempaka merupakan warisan budaya yang mencerminkan aktivitas penambangan intan masyarakat Banjar yang berlangsung selama berabad-abad dan menjadi bagian dari identitas sosial serta sejarah perkembangan wilayah tersebut,” ujarnya.
Selain memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, kata dia, kawasan Cempaka juga menyimpan nilai geologi penting, karena merupakan bagian dari Meratus UNESCO Global Geopark sebagai kawasan dengan warisan geologi bernilai internasional.
“Endapan aluvial pembawa intan di kawasan Cempaka terbentuk melalui proses geologi yang berkaitan dengan pengangkatan Pegunungan Meratus jutaan tahun lalu, sehingga menjadi salah satu lokasi penting untuk mempelajari sejarah pembentukan intan di Kalimantan Selatan,” katanya.
Dia menuturkan bahwa keberadaan situs tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk mempelajari sejarah pertambangan tradisional, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai hubungan antara proses geologi, ketersediaan sumber daya alam, dan kehidupan masyarakat yang berkembang di sekitarnya.
Baca juga: "Gua Batu Hapu", cahaya putih warisan geologi dari perut Meratus
Baca juga: Kalsel berkesempatan kenalkan wisata Geopark Meratus ke 12 negara
Ia menilai perpaduan antara warisan geologi dan tradisi budaya yang masih bertahan hingga saat ini menjadikan Situs Penambangan Tradisional Intan Cempaka memiliki daya tarik sebagai destinasi geowisata, pendidikan, dan penelitian yang penting bagi Kalimantan Selatan.
Dia menegaskan pelestarian nilai budaya dan geologi kepada generasi muda perlu terus dilakukan agar pengetahuan, tradisi, dan identitas daerah yang diwariskan oleh para pendahulu tetap terjaga di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
“Kami berharap para siswa semakin memahami potensi wisata budaya dan geowisata daerah sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya dan warisan bumi sebagai bagian dari identitas masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Jayusman.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·