Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah wilayah di benua Eropa bertepatan dengan dimulainya musim panas di belahan Bumi bagian utara. Fenomena alam ini dipicu oleh pergerakan massa udara panas dari Gurun Sahara yang diperkuat oleh sistem tekanan tinggi bernama Antisiklon Afrika. Sistem cuaca tersebut membentuk kubah panas atau heat dome yang menjebak suhu tinggi di kawasan Eropa Barat dan Eropa Tengah.
Peristiwa ini menjadi gelombang panas kedua yang terjadi sepanjang tahun setelah bulan lalu wilayah tersebut juga mencatat lonjakan suhu abnormal. Dilansir dari Detikcom, lonjakan temperatur ini berdampak signifikan pada fasilitas publik dan sistem transportasi di Prancis. Otoritas setempat bahkan telah menetapkan status peringatan siaga tertinggi atau red alert pada sekitar 35 departemen untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Suhu tinggi yang menyengat memicu risiko kerusakan pada kabel listrik udara dan menyebabkan pemuaian pada jalur rel kereta api. Merespons kondisi darurat ini, operator kereta nasional Prancis (SNCF) membatalkan 71 perjalanan kereta antarkota pada rute-rute utama.
SNCF mengerahkan sebanyak 3.500 petugas khusus untuk memantau kondisi jaringan rel di lapangan. Selain itu, sekitar 2.000 staf tambahan disiapkan guna melakukan perbaikan darurat apabila terjadi kerusakan infrastruktur. Pemerintah setempat mengimbau kelompok masyarakat yang rentan untuk segera menunda jadwal perjalanan mereka. Di sisi lain, festival musik tahunan Fete de la Musique tetap berjalan dengan pembatasan ketat berupa larangan konsumsi alkohol di ruang publik pada area siaga tertinggi, sementara Museum Louvre membatalkan agenda konser gratisnya.
Kondisi serupa terjadi di Jerman, di mana Badan Meteorologi setempat memprediksi suhu udara sempat menyentuh angka 37 derajat Celsius hingga melonjak ke 39 derajat Celsius. Selain ancaman panas mematikan, para pakar meteorologi memperingatkan potensi hujan lebat dan badai petir. Kondisi cuaca buruk ini sempat mengganggu jalannya turnamen tenis Berlin Open. Pihak penyelenggara terpaksa mengevakuasi area pertandingan setelah kawasan tersebut diterjang hujan deras dan angin kencang yang menunda laga final tunggal putri antara Jessica Pegula dan Linda Noskova.
Asosiasi Penyelamat Jiwa Jerman (DLRG) meminta masyarakat untuk tidak meremehkan bahaya berenang di sungai maupun danau saat cuaca panas. Peringatan ini dikeluarkan setelah lima orang dilaporkan tewas atau hilang di wilayah Franconia, Hesse, dan North Rhine-Westphalia. Negara tetangga seperti Italia dan Spanyol juga mengonfirmasi lonjakan suhu udara yang ekstrem.
Italia mencatat temperatur di atas 35 derajat Celsius dan menetapkan status siaga merah di delapan kota besar seperti Bologna, Florence, Milan, dan Turin. Badan meteorologi Spanyol (AEMET) merilis peringatan serupa dengan estimasi suhu melampaui 39 hingga 40 derajat Celsius di Semenanjung Iberia dan Mallorca. Akibat situasi darurat ini, acara nonton bareng pertandingan tim nasional Spanyol melawan Arab Saudi di Madrid terpaksa dibatalkan demi keselamatan publik.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·