Akses transportasi umum menuju Jakarta International Stadium kini semakin mudah dengan resminya pengoperasian Stasiun KRL JIS di Jakarta Utara pada Senin (22/6/2026). Fasilitas infrastruktur transportasi massal ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas saat stadion tersebut menggelar berbagai acara berskala besar. Kementerian Perhubungan memastikan bahwa operasional stasiun baru ini akan sangat fleksibel demi mengakomodasi kebutuhan mobilisasi masyarakat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menegaskan bahwa penyesuaian jadwal kereta akan terus dikoordinasikan secara intensif dengan pihak penyelenggara acara maupun pemerintah daerah. "Untuk penjadwalan kereta, itu kita akan sesuaikan dengan event yang diselenggarakan oleh pihak Pemda maupun pihak Ancol maupun pihak JIS. Sebagaimana rekan-rekan ketahui, kalau ada event-event tertentu kami meng-extend atau memperpanjang jam layanan dari kereta seperti MRT," kata Dudy.
Perpanjangan waktu operasional armada ini dinilai krusial mengingat potensi lonjakan penumpang yang masif setelah sebuah pergelaran selesai. Dudy menambahkan bahwa langkah taktis ini sebelumnya sudah berhasil diterapkan pada beberapa festival besar di Jakarta.
"Kalau ada event tertentu begitu juga kemarin seperti di Java Jazz kita juga meng-extend operasional daripada layanan kereta maupun layanan stasiunnya," ucapnya. Untuk operasional reguler sehari-hari, jadwal perjalanan kereta di stasiun yang terletak di antara Stasiun Tanjung Priuk dan Stasiun Ancol ini memang dibatasi hingga malam hari. Namun, aturan jam kerja reguler tersebut bersifat dinamis tergantung situasi di lapangan.
"Sesuai dengan ini kita sampai dengan 21.30 WIB, tapi kalau ada event khusus di wilayah ini maka pengoperasiannya akan kita perpanjang," tuturnya. Mengenai kesiapan infrastruktur, stasiun ini masih beroperasi dengan kapasitas peron yang terbatas untuk melayani rute Tanjung Priok-Jakarta Kota. Pemerintah pusat berjanji akan terus melakukan pembenahan demi meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa kereta api.
"Ini memang masih satu peron dan kita sudah menyampaikan kepada Pemerintah DKI kita akan kembangkan lebih lanjut pengembangannya. Dan perlu saya sampaikan kepada teman-teman bahwa per hari ini, stasiun ini sudah aktif dan sudah bisa melayani penumpang," ucapnya. Konektivitas stasiun ini diklaim sangat efisien karena mampu memangkas waktu tempuh perjalanan menuju pusat kota secara signifikan.
Target jangka panjang juga telah ditetapkan agar fasilitas ini segera berubah status menjadi infrastruktur yang sepenuhnya matang. "Jadi jarak dari ujung ke ujung kurang lebih sekitar 15 menit, kalau nggak salah dari sini seumpamanya 10 menit ke kota. Jadi sudah aktif dan semakin akan kita kembangkan bahwa ini sebagai stasiun yang permanen. (Target) kita harapkan dalam satu tahun ke depan juga sudah selesai ya," jelas Dudy.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·