BPS RI ingatkan jangan ada warga terlewatkan sensus ekonomi di Kepri

Sedang Trending 9 jam yang lalu

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti mengingatkan kepada petugas sensus agar jangan sampai ada warga dan usaha yang terlewatkan dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Ia menyebutkan ada dua syarat suksesnya Sensus Ekonomi, yaitu cakupan sensus tak ada yang terlewat, lalu kualitas data yang dihasilkan harus benar dan akurat.

"Pada saat wawancara dengan responden, tolong digali betul-betul dan pastikan data yang dicatat tidak salah," kata Amalia usai menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Provinsi Kepri di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu.

Amalia mengatakan para petugas Sensus Ekonomi diawasi melalui teknologi live tracking di telepon genggam masing-masing, sehingga kemanapun petugas melakukan pengumpulan dan pencacahan akan dimonitor oleh BPS.

Ia juga menekankan petugas sensus harus memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk mencacah Sensus Ekonomi, sehingga tak ada responden yang terlewatkan.

"BPS bersama Kepala Daerah juga dimungkinkan memantau kinerja petugas di lapangan melalui Dashboard Monitoring, guna melihat capaian Sensus Ekonomi secara real time di Kepri," ujarnya.

Baca juga: BPS RI: Sensus ekonomi perkuat posisi Kepri sebagai permata biru

Baca juga: Mendagri: Data Sensus Ekonomi krusial dalam penyusunan kebijakan

Lebih lanjut Amalia turut mengimbau masyarakat Kepri untuk mengenali ciri-ciri petugas Sensus Ekonomi 2026, antara lain menggunakan rompi khusus berwarna hitam dengan tulisan "Sensus Ekonomi 2026" di sisi kiri dan tulisan "BPS" di sisi kanan.

Lalu, memiliki kartu tanda pengenal atau nametag yang memuat nama dan foto. Kartu ini dilengkapi dengan QR Code yang dapat dipindai untuk memverifikasi keaslian identitas petugas tersebut.

Berikutnya, membawa surat tugas resmi yang ditandatangani oleh pejabat BPS setempat.

"BPS menerapkan prinsip TIR pada Sensus Ekonomi tahun ini, yaitu singkatan dari Terima petugas sensus, lalu Isi jawaban dengan benar, dan Rahasia," kata Amalia.

Sementara, Kepala BPS Provinsi Kepri Toto Haryanto Silitonga menyampaikan pihaknya menurunkan 1.589 petugas sensus untuk tujuh kabupaten/kota, mulai dari 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 menyasar sebanyak 197 ribu unit usaha serta seluruh rumah tangga di daerah itu. Salah satu tujuannya untuk mengetahui kondisi terkini jumlah usaha yang masih aktif beroperasi, baik skala kecil, mikro, menengah hingga besar.

Selain itu, Sensus Ekonomi pun menyasar masyarakat yang berusaha dari rumah, pedagang keliling, hingga pelaku usaha digital, seperti pembuat konten di TikTok dan platform lainnya yang menghasilkan pendapatan.

"Sensus Ekonomi ini menjadi instrumen penting dalam menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional," ucap Toto.

Baca juga: BPS minta pelaku usaha beri data valid saat Sensus Ekonomi 2026

Baca juga: BPOM sosialisasikan SE 2026 bangun ekonomi RI lewat pendataan akurat

Baca juga: Menkes: Sensus Ekonomi genjot sektor kesehatan kejar ekonomi 8 persen

Pewarta: Ogen
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.