Baznas minta lembaga filantropi terapkan strategi adaptif himpun zakat

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meminta lembaga filantropi di Indonesia untuk menerapkan strategi adaptif dalam menjaga ketahanan penghimpunan dana zakat melalui perluasan basis muzaki individu, penguatan zakat korporasi dan profesi, serta optimalisasi kanal digital.

Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan dalam kegiatan diskusi di Jakarta, Rabu, mengatakan ketidakpastian ekonomi yang terjadi saat ini menjadi tantangan serius bagi sektor filantropi.

Di satu sisi, lanjut dia, kapasitas masyarakat untuk berdonasi mengalami tekanan, namun di sisi lain kebutuhan bantuan bagi kelompok rentan terus meningkat.

"Keberhasilan penghimpunan lembaga filantropi di tengah ketidakpastian ekonomi ditentukan oleh kemampuan menjaga kepercayaan publik, memperluas basis muzaki, dan mengkomunikasikan dampak program secara efektif," katanya.

Menghadapi hal ini, Rizaludin mengungkapkan terdapat tiga strategi yang dapat diimplementasikan oleh lembaga filantropi pada era ini, di antaranya memperkuat tim pengumpulan dana atau fundraising badan yang mencakup Unit Pengumpul Zakat (UPZ), zakat perusahaan, mitra CSR, serta zakat karyawan langsung.

Baca juga: Baznas: Penguatan zakat produktif jadi kunci hadapi krisis global

Kedua, lanjut dia, memperkuat pengumpulan dana perorangan dan profesi melalui pengembangan kanal ritel, digital, big donor, dan layanan muzaki. Serta ketiga, memperkuat pengelolaan zakat fitrah, kurban dan infak sedekah serta potensi dana sosial agama lainnya yang masih belum tergali maksimal

Rizaludin menjelaskan, dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini tidak cukup hanya mengandalkan strategi penghimpunan. Menurutnya, diperlukan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, dan komunitas agar seluruh sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Dalam hal ini, keterlibatan masyarakat tidak boleh ditinggalkan dalam konteks penguatan pemberdayaan. Bantuan konsumtif saja tidak cukup. Tekanan ekonomi menuntut program yang membangun ketahanan ekonomi jangka panjang," ucapnya.

Menurut dia, strategi adaptif harus ditetapkan guna merespons perubahan preferensi muzaki di tengah ketidakstabilan ekonomi, sebab para muzaki kini lebih selektif dalam berzakat.

Lebih lanjut, Rizaludin menegaskan, pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada upaya pemberdayaan mustahik.

Baca juga: Baznas RI jadikan Tahun Baru Hijriah momentum perkuat layanan zakat

"Tujuan akhir pengelolaan zakat adalah mendorong mustahik menjadi individu yang mandiri dan pada waktunya mampu bertransformasi menjadi muzaki," tutur Rizaludin Kurniawan.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.