PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra) sedang melaksanakan perbaikan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) SMPCS #1 pada ruas Tersili-Kauditan di perairan Sulawesi pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini diambil guna menjaga keandalan jaringan serta memastikan optimalisasi konektivitas digital di wilayah Indonesia.
Gangguan pada infrastruktur bawah laut tersebut telah terdeteksi sejak 6 Februari 2026 akibat anomali pada sistem penyaluran daya listrik atau Power Feeding Equipment (PFE). Berdasarkan laporan yang dilansir dari Detik iNET, kondisi tersebut mengindikasikan adanya kebocoran arus (shunt fault) yang mengganggu stabilitas operasional jaringan.
Analisis teknis menunjukkan bahwa titik kerusakan berada di kedalaman 2.000 hingga 2.300 meter pada perairan Sulawesi. Lokasi gangguan diprediksi berjarak sekitar 50 kilometer dari Branching Unit (BU5) menuju BU3 yang merupakan titik percabangan jaringan kabel.
Dalam proses pemulihan ini, Telkominfra mengerahkan kapal khusus Cableship Navalink Polaris untuk melakukan asesmen dan penelusuran jalur kabel. Prosedur perbaikan mencakup pengangkatan kabel ke permukaan laut, pemotongan bagian yang rusak, hingga penyambungan kembali dengan kabel baru.
"Saat ini proses perbaikan tengah berjalan dan kami fokus memastikan setiap tahapan dilakukan secara optimal untuk mengembalikan keandalan sistem. Kami menargetkan layanan dapat kembali normal sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan operasional," ujar Direktur Operasi Telkominfra, Slamet Riyanto Pardi, Rabu (29/4/2026).
Slamet menegaskan bahwa pemeliharaan ini merupakan prioritas utama mengingat status SKKL sebagai infrastruktur strategis nasional bagi masyarakat. Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mendukung penuh ekosistem digital dan sektor bisnis di tanah air.
"Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung aktivitas digital masyarakat dan dunia usaha di Indonesia," tambahnya.
Perusahaan memproyeksikan seluruh rangkaian perbaikan teknis ini akan rampung dalam waktu dekat. Telkominfra menargetkan sistem komunikasi kabel laut tersebut dapat beroperasi normal kembali atau Ready for Service pada 7 Mei 2026.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·