Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Tasya Kamila berbagi cerita kedekatannya dengan salah satu karakter legendaris Walt Disney, Winnie The Pooh. Masih segar dalam ingatan, kali pertama ia kenal Winnie The Pooh saat usia 5 tahun. Buku pertama yang digunakan Tasya Kamila untuk belajar membaca, sebelum merilis lagu “Aku Anak Gembala,” rupanya bergambar Winnie The Pooh. Dari buku itu, ia belajar banyak hal dari pentingnya merawat persahabatan hingga kebaikan hati. Tak heran, kala membahas Winnie The Pooh, Tasya Kamila tampak berbinar ingat masa kecil.
“Karena di tiap kisah Winnie The Pooh itu selalu ada nilai-nilai moral seperti pershabatan, kebaikan, kerja sama. Kita juga mengenal beragam emosi itu dari karakter-karakter Winnie The Pooh. Itu pastinya melekat di aku. Kalau buku tentang kebaikan dan persahabatan, aku ingatnya Winnie The Pooh. Filmnya sendiri atau kartunnya juga lucu,” katanya kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta, belum lama ini.
Winnie The Pooh melintasi generasi. Tasya Kamila mengenalkan tokoh ini kepada anak-anaknya. Itu dimulai dengan mencermati bentuk dan kebiasaan Winnie The Pooh, beruang kuning kecolekatan yang suka makan madu. Di sisi lain, Winnie The Pooh dianggap bergender netral.
“Menurutku Winnie the Pooh sendiri gender netral, maksudnya bukan karakter khusus anak perempuan atau laki-laki. Tapi, siapa saja bisa menikmati Winnie the Pooh lintas generasi, bisa related dan mudah dikenali,” pelantun “Jangan Takut Gelap” menyambung.
Tasya Kamila dan Winnie The Pooh
Tak hanya buku, Tasya Kamila dulu punya beragam barang bergambar Winnie The Pooh termasuk stationary, seperti tempat pensil. Bahkan, ada barang bercorak Winnie The Pooh yang ia simpan sampai sekarang.
“Terus aku punya yang masih disimpan sampai sekarang, kayak bantal tapi bisa jadi selimut. Itu karakternya Winnie the Pooh,” ucap Tasya Kamila lalu menyinggung efektivitas buku cerita untuk mengajak anak belajar.
Karakter, Emosi, dan Nilai Kebaikan
“Salah satu cara untuk mengenalkan anak pada karakter, emosi, dan nilai kebaikan itu memang dari cerita. Jadi, untuk tontonan atau bacaan anak, aku sesuaikan dengan yang masih relevan sekaligus relate dengan mereka,” akunya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Ada nilai moral yang bisa dipelajari dari Winnie The Pooh. Tasya Kamila menyampaikan ini dalam rangka perayaan 100 tahun Winnie the Pooh, karakter ikonis yang indentik dengan topik persahabatan, kehangatan, dan kenyamanan sehari-hari.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·