Jakarta (ANTARA) - Tim nasional Tanjung Verde menciptakan sejarah di Piala Dunia 2026 saat menahan imbang juara edisi 2010, Spanyol, tanpa gol, pada laga Grup H di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Senin (15/6) malam WIB.
Sebagai debutan Piala Dunia, itu berarti poin pertama Tanjung Verde di turnamen empat tahunan tersebut. Satu poin berharga yang tentunya tidak diraih dengan mudah.
Berdasarkan catatan FIFA, Spanyol sangat dominan kala bersua skuad berjuluk Blue Sharks tersebut. Mereka memiliki 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 27 kali upaya tembakan ke gawang dengan tujuh di antaranya tepat sasaran.
Bandingkan statistik itu dengan Tanjung Verde, yang cuma melepaskan enam percobaan tembakan, satu mengarah ke gawang. Pertahanan Tanjung Verde harus bekerja keras sampai akhir laga.
Opta mencatat, penjaga gawang Tanjung Verde, Josimar Jose Evora Dias atau Vozinha, menjadi penampil paling menonjol pada pertandingan itu.
Vozinha melakukan tujuh kali penyelamatan yang membuat Spanyol frustrasi. Performa itu membuat FIFA menetapkan Vozinha sebagai pemain terbaik pada laga tersebut.
Menurut Opta, Vozinha yang sudah berumur 40 tahun menjadi kiper tertua yang tidak kebobolan pada debut di Piala Dunia.
Apa yang ditunjukkan Vozinha dan kawan-kawan saat bersua tim yang diperkuat pemain bintang seperti Rodrigo "Rodri" Hernandez, Ferran Torres, Fabian Ruiz, Pedri dan Lamine Yamal menjadi representasi dari semangat tahan banting yang dimiliki rakyat Tanjung Verde.
Semangat itulah yang mengantarkan Tanjung Verde ke kemerdekaan absolut pada 5 Juli 1975 setelah berada di bawah kekuasaan Portugal selama lebih dari 500 tahun.
Negara kepulauan
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·