Aksi kekerasan masih terus melanda wilayah Gaza akibat serangan udara yang diluncurkan oleh militer Israel. Peristiwa terbaru dilaporkan menimbulkan korban jiwa dari pihak penegak hukum setempat serta warga sipil.
Seperti dikutip dari Detikcom yang melansir AFP pada Minggu (24/5/2026), gempuran udara tersebut berlangsung pada Sabtu (23/5) waktu setempat. Otoritas pertahanan sipil di Gaza mengonfirmasi terdapat enam orang yang meninggal dunia serta beberapa individu lainnya mengalami luka-luka setelah roket menyasar area kepolisian di al-Tuam.
Pihak Rumah Sakit al-Shifa yang berada di Kota Gaza memberikan konfirmasi mengenai penerimaan enam jenazah korban. Korban meninggal terdiri atas lima orang petugas kepolisian dan seorang anak yang diketahui lahir pada tahun 2011.
Seorang koresponden AFP di lokasi kejadian melaporkan adanya setidaknya tiga jenazah yang telah dibungkus menggunakan kain kafan berwarna putih.
Institusi kepolisian di Gaza menyatakan bahwa lima anggotanya gugur dalam insiden ini akibat dua buah rudal Israel yang diarahkan langsung ke pos penjagaan di al-Tuam.
Berdasarkan keterangan seorang saksi di lapangan, bombardir tersebut menyasar sebuah tenda operasional polisi yang didirikan tepat di samping pos pemeriksaan. Di sisi lain, seorang sumber dari militer Israel mengklaim kepada AFP bahwa pasukannya tengah membidik kelompok "teroris Hamas" yang berada di kawasan tersebut.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata sudah dinyatakan berlaku sejak Oktober, militer Israel tetap mempertahankan hak untuk melangsungkan serangan terhadap sasaran yang dipandang sebagai ancaman keamanan.
Kementerian Dalam Negeri yang berada di bawah pemerintahan Hamas mencatat sebanyak 42 petugas kepolisian telah gugur di wilayah Gaza semenjak pemberlakuan gencatan senjata tersebut.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·