Moskow (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Rusia, Kamis (28/5), mengatakan bahwa Moskow memantau dengan saksama baik pernyataan maupun langkah-langkah praktis Amerika Serikat (AS) terkait kemungkinan penataan ulang kehadiran militer Amerika di Eropa, termasuk rencana untuk mengerahkan pasukan tambahan ke Polandia.
Menanggapi pertanyaan Anadolu pada konferensi pers di Moskow, juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova mengatakan penarikan pasukan AS dari Eropa, yang ditempatkan di sana selama beberapa dekade dengan dalih “ancaman Rusia,” merupakan langkah rasional yang sudah lama tertunda untuk menstabilkan situasi militer-politik di benua itu.
Pada saat yang sama, Moskow berpendapat bahwa Washington mengaitkan rencana penataan ulang pasukannya dengan "keandalan" sekutu Eropa, termasuk kesediaan mereka untuk meningkatkan pengeluaran militer dan membeli senjata AS.
Menurutnya, tindakan tersebut ditujukan terhadap Rusia, dan oleh karena itu, skenario seperti itu akan memperdalam konfrontasi antara Moskow dan blok Barat serta semakin meningkatkan ketegangan militer di Eropa.
Zakharova juga memperingatkan kemungkinan pemindahan pangkalan dan pasukan militer AS dari negara-negara yang kurang "dapat diandalkan" ke negara-negara Eropa Tengah dan Timur yang dianggap lebih selaras dengan kebijakan Washington, termasuk Polandia.
Dia menjelaskan bahwa dalam hal ini, penempatan infrastruktur militer AS tambahan di dekat perbatasan barat Rusia akan memaksa Moskow untuk mengambil "langkah-langkah militer-teknis yang diperlukan untuk memastikan keamanan nasional.
Dia menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut dapat menyebabkan "eskalasi kualitatif" ketegangan militer di seluruh Eropa di tengah "kebijakan yang semakin provokatif dari sekutu Eropa AS terhadap Moskow."
Menanggapi temuan drone Ukraina dengan sistem Starlink AS di lokasi serangan 22 Mei di Starobilsk, Zakharova menegaskan pasukan nuklir strategis Rusia tetap dalam status siaga dan siap menjalankan misi tempur segera setelah menerima perintah.
"Akibatnya, calon musuh terpaksa memperhitungkan fakta bahwa keandalan pencegahan nuklir Rusia terjamin setiap saat dan dalam keadaan apa pun," katanya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PBB peringatkan eskalasi baru Rusia-Ukraina, dorong perundingan
Baca juga: EU: Eropa tak akan jadi mediator netral antara Rusia dan Ukraina
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·