Rusia Kecam Blokade Amerika Serikat Terhadap Kuba

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Pemerintah Rusia mengecam keras metode pemaksaan dan blokade ekonomi Amerika Serikat terhadap para pemimpin negara lain serta rakyat Kuba yang berdampak pada krisis kemanusiaan di kawasan Karibia pada Kamis, 21 Mei 2026.

Kecaman tersebut disampaikan di tengah situasi memanas setelah Komando Selatan Amerika Serikat mengerahkan kelompok tempur kapal induk USS Nimitz, kapal perusak, dan pesawat militer menuju Laut Karibia.

Juru Bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, menegaskan penolakannya terhadap tindakan intimidasi politik yang dilakukan Washington kepada para pemimpin di dunia.

"Creemos que tales métodos, que rozan la violencia, no deben utilizarse bajo ninguna circunstancia contra líderes, ni actuales ni anteriores. De hecho, no es la primera vez que vemos algo así. No aprobamos nada di todo ini", kata Peskov kepada jurnalis.

Pihak Kremlin juga menyoroti dampak masif dari sanksi sepihak yang mencekik perekonomian dan pasokan kebutuhan dasar bagi warga sipil di negara kepulauan tersebut.

"El bloqueo de la isla es, en sí mismo, de carácter sin precedentes, y también son de carácter sin precedentes las catastróficas consecuencias humanitarias que este bloqueo tiene para la gente común de la isla", jelas Peskov.

Rusia mengkritik unjuk kekuatan militer terbaru Amerika Serikat di Laut Karibia yang dinilai justru memperburuk situasi kemanusiaan warga Kuba.

Peskov mengklasifikasikan keputusan pengiriman armada militer tersebut sebagai bentuk unjuk kekuatan atau "juego de músculos" yang tidak akan menyelesaikan masalah.

Kebijakan pengetatan ekonomi ini mengeskalasi krisis energi pasca-perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump pada 29 Januari yang memberlakukan tarif impor minyak ke Kuba.

Kebijakan tersebut memicu kelangkaan bahan bakar akut di Kuba yang melumpuhkan sektor pembangkit listrik, transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, hingga pendidikan.