Rosan Roeslani Tunjuk Luke Thomas Mahony Jadi Direktur Utama DSI

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan alasan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Pertimbangan utama penunjukan tersebut didasarkan pada rekam jejak panjang Luke di sektor mineral dan perdagangan komoditas internasional, seperti dilansir dari Kompas.com. Sosok asal Australia yang pernah menjabat Direktur PT Vale Indonesia ini juga memiliki jaringan global yang kuat.

Selain pengalaman di perusahaan multinasional, Luke tercatat telah menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025. Rosan menambahkan bahwa kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dan latar belakang keluarga menjadi nilai tambah tersendiri bagi Luke.

“Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih dari track record-nya juga," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Rosan menilai keahlian kepemimpinan Luke di berbagai perusahaan mineral berjalan beriringan dengan kinerja yang sangat baik selama berada di Danantara.

"Yang paling penting justru pengalaman trading-nya ada, mineralnya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral dan network-nya juga baik, dan yang paling penting juga kita lihat selama ini di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa kemampuan personal Luke turut mendukung posisi barunya tersebut.

"Dia pun bisa bahasa Indonesia juga dan memang istrinya orang Indonesia," kata Rosan.

Penugasan baru ini berjalan beriringan dengan kebijakan anyar Presiden Prabowo Subianto yang menerbitkan Peraturan Pemerintah terkait Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam. Aturan tersebut diumumkan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Melalui regulasi tersebut, pemerintah menetapkan badan usaha milik negara sebagai eksportir tunggal untuk mengelola sejumlah komoditas strategis nasional.

“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal," ujar Presiden Prabowo.