Seoul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono, dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, akan bertindak sebagai ketua bersama dalam pelaksanaan penguatan hubungan bilateral yang telah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, pada acara ‘Indonesian Next-Generation Journalist Network’ yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul pada Selasa (9/6).
“Rencananya akan diketuai bersama oleh menteri luar negeri Korea dan Indonesia. Nanti di masing-masing ada turunannya, semacam apa yang kita sebut task force atau lainnya, di mana dia akan memayungi semua aspek kerja sama di semua pilar,” kata dia.
Dubes Cecep menjelaskan keketuaan masing-masing menteri luar negeri untuk mempermudah proses kerja sama, khususnya di bidang ekonomi.
“Jadi ke depannya cukup berkomunikasi di antara dua menteri luar negeri, misalnya, turunannya baru masuk ke sektor,” jelasnya.
Baca juga: Dorong bebas visa penuh ke Korsel, Dubes minta WNI patuhi aturan
Adapun pemerintah Indonesia dan Korea Selatan mengumumkan penguatan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan kemakmuran bersama kedua negara di masa depan.
Peningkatan kemitraan tersebut diumumkan saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan dan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak 1973.
Kedua kepala negara menegaskan bahwa Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus akan lebih menekankan pada kerja sama konkret dan berorientasi ke masa depan, mencakup sejumlah bidang yang menjadi kepentingan bersama, baik yang sudah ada maupun yang baru, demi kepentingan kedua negara serta kawasan lebih luas.
Terkait hal itu, keduanya pun bertekad untuk bekerja sama secara erat pada lima pilar kerja sama yang dicapai guna memajukan visi bersama mereka untuk mewujudkan kemitraan lebih kuat, menguntungkan, dan inovatif; sehingga meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di kedua negara.
Kelima pilar kerja sama tersebut antara lain kerja sama politik dan keamanan; kerja sama perdagangan, investasi, dan industri; kerja sama teknologi canggih, transisi energi, dan ekonomi hijau; kerja sama sosial budaya dan pertukaran antar masyarakat; serta kerja sama regional dan global.
Baca juga: Indonesia siap terima prototipe jet tempur KF-21 Boramae
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·