Sebanyak 187 orang yang terdiri dari ratusan santri dan kelompok rentan di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Minggu (19/4/2026).
Insiden ini mengakibatkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut dihentikan sementara dan dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Dilansir dari Detikcom, para korban melaporkan gejala berupa mual, muntah, hingga pusing.
Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, mengonfirmasi bahwa sejumlah pasien harus mendapatkan perawatan medis segera baik di puskesmas maupun rumah sakit setempat. Pihaknya melakukan tindakan stabilisasi terhadap para korban yang datang dengan keluhan serupa.
"Yang di Puskesmas Kebonagung beberapa dari korban yang mengalami mual, mutah, pusing. Puskesmas (merawat) lima orang, tapi kondisi setelah stabilisasi boleh pulang, sehingga hanya rawat jalan," kata Arief.
Arief menjelaskan bahwa sebagian besar korban lainnya harus dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan yang lebih besar di sekitar wilayah tersebut. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan intensif sesuai tingkat keparahan gejala.
"Yang lain rujuk ke tiga rumah sakit, yaitu PKU Muhammadiyah Gubug, Rumah Sakit Getas Pendowo dan Rumah Sakit Sultan Fatah Karangawen," tambah Arief.
Data medis menunjukkan bahwa dampak keracunan ini tersebar di dua pondok pesantren serta menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3). Di Pondok Pesantren Bustanul Quran, tercatat 68 orang terdampak dengan puluhan di antaranya dirujuk ke rumah sakit.
"Ponpes Bustanul Quran jumlah 68 orang terdiri dari 33 orang berobat jalan di ponpes, rujuk di dua RS PKU Gubug 23 orang dan Getas Pendowo 12 orang. Ponpes Asnawiyah 97 orang, terdiri dari 67 orang berobat jalan, 24 orang dirujuk di Getas Pendowo dan PKU gubug 6 orang," kata Arief.
Selain para santri, kelompok rentan juga tidak luput dari dampak konsumsi menu makanan tersebut. Arief merinci jumlah korban dari kategori ibu dan anak yang sempat mendapatkan perawatan medis.
"B3 korban lima orang, rujuk PKU gubuk 1 orang, 4 berobat di puskesmas dan sudah rawat jalan," tambah Arief.
Hingga saat ini, bangunan SPPG di Desa Pilangwetan masih dalam kondisi tersegel oleh pihak kepolisian. Seluruh aktivitas penyediaan makanan di lokasi tersebut dihentikan total sementara waktu.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·