Partai Sosialis (PS) Vila Nova de Famalicão menuntut peninjauan kembali nilai transfer keuangan untuk dewan desa dalam sidang Majelis Kota pada Jumat, 8 Mei 2026. Desakan ini muncul karena anggaran yang dialokasikan pemerintah kota dianggap tidak memadai di tengah lonjakan biaya operasional dan inflasi.
Deputi kota António Silva menegaskan bahwa meskipun partainya mendukung prinsip desentralisasi administratif, nilai keuangan yang ditetapkan saat ini sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, kapasitas dewan desa untuk memberikan layanan publik yang berkualitas kini berada dalam risiko besar.
"posisi favorabel PS terhadap prinsip desentralisasi administratif" ujar António Silva, Deputi Kota.
Silva menilai kedekatan dewan desa dengan masyarakat sangat krusial untuk memberikan respons yang cepat. Namun, ia menyayangkan ketidakteraturan penyesuaian anggaran yang berdampak pada operasional harian desa.
"ia memungkinkan respons yang lebih efektif, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan konkret warga" kata António Silva, Deputi Kota.
PS menyatakan keberatan keras terhadap angka finansial yang tercantum dalam dokumen transfer tersebut. Silva menyoroti bahwa besaran dana untuk tingkat desa tidak mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
"total ketidaksetujuan terhadap nilai keuangan yang disajikan dalam dokumen transfer" ujar António Silva, Deputi Kota.
Pihak oposisi mencatat bahwa kenaikan harga bahan bakar dan material telah menggerus nilai riil dari sumber daya yang ada. Kondisi ini dianggap sebagai devaluasi nyata terhadap aset pedesaan.
"jumlah yang dialokasikan untuk dewan desa tetap tidak berubah sejak 2024, meskipun terjadi akumulasi inflasi dan peningkatan signifikan biaya operasional, bahan bakar, material, dan layanan yang diverifikasi dalam beberapa tahun terakhir" kata António Silva, Deputi Kota.
Kurangnya dana ini berdampak langsung pada pemeliharaan infrastruktur dasar di lingkungan warga. Silva melaporkan keluhan dari banyak kepala desa mengenai keterbatasan anggaran untuk sanitasi dan kebersihan umum.
"beberapa ketua dewan telah menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai ketidakcukupan dana yang dialokasikan, terutama di bidang pembersihan jalan, ruang publik, selokan, dan saluran pembuangan" ujar António Silva, Deputi Kota.
Kekhawatiran lain yang diangkat adalah ketimpangan kriteria antara wilayah perkotaan dan pedesaan. PS berargumen bahwa memukul rata semua wilayah tanpa mempertimbangkan perbedaan biaya pemeliharaan adalah tindakan yang tidak adil.
"kriteria yang diterapkan saat ini tidak menghormati prinsip kesetaraan, karena memperlakukan desa-desa dengan realitas yang sangat berbeda secara sama, terutama antara konteks perkotaan dan pedesaan, yang tuntutan dan biaya pemeliharaannya berbeda" kata António Silva, Deputi Kota.
Situasi ini memaksa dewan desa menggunakan anggaran internal mereka sendiri untuk menutupi tugas yang seharusnya dibiayai pemerintah kota. Silva mempertanyakan prioritas anggaran wali kota yang justru menggelontorkan dana besar untuk festival budaya.
"mengkhawatirkan" ujar António Silva, Deputi Kota.
Ia juga menyoroti pengeluaran satu juta euro untuk perayaan Festas Antoninas di saat anggaran desa terbengkalai. Silva mendesak wali kota untuk segera memberikan kepastian terkait pembaruan kontrak transfer tersebut.
"risiko dewan desa dipaksa menggunakan anggaran mereka sendiri untuk mengompensasi kekurangan ini, mengalihkan sumber daya dari bidang penting lainnya untuk menjamin pemenuhan kompetensi yang seharusnya didanai secara layak oleh Balai Kota" kata António Silva, Deputi Kota.
PS menegaskan komitmen mereka terhadap efektivitas pelayanan publik di tingkat paling bawah. Penyesuaian nilai anggaran dianggap sebagai syarat mutlak agar keseimbangan finansial desa tidak terganggu.
"setuju dengan transfer kompetensi, tetapi menganggap revisi dan pembaruan nilai yang dialokasikan sangat mendasar, untuk memastikan kondisi efektif sehingga dewan dapat menjalankan fungsi mereka tanpa mengompromikan keseimbangan keuangan mereka" ujar António Silva, Deputi Kota.
Kritik tajam juga datang dari Duarte Veiga, Ketua Desa Ruivães yang berstatus independen. Veiga menuduh Wali Kota Mário Passos menghindari topik utama dan memberikan data yang tidak akurat mengenai biaya pembersihan jalan.
"melarikan diri dari tema" kata Duarte Veiga, Ketua Desa Ruivães.
Veiga mengungkapkan bahwa dana 484 euro per kilometer per tahun tidak cukup untuk membiayai tenaga kerja dan alat. Ia bahkan membandingkan sikap pemerintah kota yang menolak tugas dari pemerintah pusat jika tidak disertai dana yang cukup.
"sepenuhnya tidak sesuai" ujar Duarte Veiga, Ketua Desa Ruivães.
Kritik ini didukung oleh Tânia Silva dari partai CDU yang memuji keberanian kepala desa dalam menyuarakan kesulitan finansial tersebut. Merespons tekanan ini, Wali Kota Mário Passos akhirnya memberikan tanggapan terkait potensi penyesuaian dana sebesar 350 ribu euro.
"disesuaikan" kata Mário Passos, Wali Kota Vila Nova de Famalicão.
Meskipun mengakui adanya ruang untuk revisi, Passos meminta para pemimpin lokal untuk tetap bersyukur dengan investasi infrastruktur global yang dilakukan pemerintahnya. Ia mengklaim bahwa transfer ke desa di Famalicão adalah salah satu yang tertinggi di Portugal setelah Lisbon dan Porto.
"bahagia" ujar Mário Passos, Wali Kota Vila Nova de Famalicão.
Pemerintah kota menyatakan keterbukaan untuk meninjau kembali angka-angka dalam dokumen transfer kompetensi di masa mendatang. PS menyambut baik sikap ini dan berharap komitmen tersebut segera diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata bagi masyarakat.
"langkah penting" kata Partai Sosialis (PS).
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·