Kota Jambi (ANTARA) - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi Ariansyah menegaskan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini membawa pengaruh besar dalam model komunikasi publik.
"AI meningkatkan efisiensi kerja humas, khususnya dalam pengolahan data dan analisis informasi berskala besar. Namun penggunaan AI tetap memiliki batasan. Setiap keputusan strategis, proses verifikasi informasi, dan publikasi akhir, harus tetap berada di bawah kendali sumber daya manusia yang kompeten," katanya saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas di Polda Jambi, Senin.
Menurut Ariansyah, teknologi AI kini telah dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas kehumasan, mulai dari pemantauan isu media secara otomatis, analisis sentimen publik, penyusunan draf awal konten komunikasi, hingga pemetaan tren percakapan masyarakat di ruang digital.
Transformasi digital juga telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Saat ini publik memperoleh informasi secara instan melalui berbagai platform digital dan lebih menyukai konten visual maupun video pendek dibandingkan tulisan panjang.
Baca juga: Unhas siapkan Prodi AI hadapi perkembangan zaman
Perubahan tersebut membuat audiens tidak lagi menjadi penerima informasi pasif, kata dia, melainkan aktif memberikan respons secara cepat terhadap setiap informasi yang beredar. Kondisi ini menuntut institusi pemerintah untuk semakin responsif, transparan, dan terbuka dalam berkomunikasi dengan masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Ariansyah mengingatkan tantangan yang dihadapi humas semakin kompleks. Ancaman berupa disinformasi, misinformasi, malinformasi, hingga teknologi deepfake, diperkirakan akan menjadi isu utama di ruang digital pada tahun 2026.
Untuk menghadapi tantangan tersebut dia menekankan pentingnya penerapan strategi manajemen media yang terstruktur melalui tahapan monitoring, pemetaan isu (mapping), membangun relasi media (relations), meningkatkan keterlibatan publik (engagement), hingga melakukan evaluasi secara berkala.
Baca juga: Perhumas membarui kode etik terkait AI
Selain itu dalam penanganan krisis komunikasi, menurut dia, setiap institusi harus memiliki mekanisme yang jelas, mulai dari deteksi isu, verifikasi data, penyusunan pesan utama, penunjukan juru bicara, penyampaian rilis resmi, hingga pemantauan respons publik setelah informasi disampaikan.
Lebih lanjut ia menegaskan komunikasi publik memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan.
Melalui komunikasi yang efektif, pemerintah dapat menjelaskan tujuan kebijakan, manfaat yang diterima masyarakat, dampak strategis yang dihasilkan, serta berbagai capaian pembangunan yang telah diwujudkan.
"Narasi pembangunan berfungsi untuk menjelaskan tujuan kebijakan, manfaat yang diperoleh masyarakat, dampak strategis yang dihasilkan, serta capaian nyata yang telah diraih pemerintah," kata Ariansyah
Baca juga: Perhumas utamakan integritas hadapi teknologi AI dan medsos
Baca juga: AI dapat dimanfaatkan untuk hadirkan solusi humas dan pemasaran
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·