Pemerintah Provinsi Jawa Barat memulai penataan Jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026). Langkah ini diambil menyusul viralnya dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap pengendara di jembatan tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan bahwa jembatan kini jauh lebih tertata. Kondisi lalu lintas di Jembatan Cirahong juga relatif lancar, sehingga tidak lagi memerlukan pengaturan khusus bagi kendaraan yang melintas.
"Jembatan Cirahong kini sudah bantalannya tertata rapih. Di atasnya ada lampu yang sifatnya sementara agar tidak mengalami kegelapan ketika lewat," kata Dedi. Pemasangan penerangan dan garis pemisah berwarna kuning pada bantalan jembatan bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Penataan ini bertujuan agar arus lalu lintas lebih tertib dan jelas bagi pengendara dari dua arah. Meskipun demikian, Dedi menekankan bahwa aspek keamanan tetap menjadi tanggung jawab bersama, dari aparat desa hingga kepolisian.
Sementara itu, Kepala Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Dian Cahyadinata, menanggapi viralnya dugaan pungutan di Jembatan Cirahong pada Sabtu (12/4/2026). Dian menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar dan dinilai sepihak.
Menurut Dian, informasi yang tersebar di media sosial tersebut tidak melibatkan klarifikasi dari tokoh masyarakat, petugas relawan, maupun pengguna jalan yang rutin melintas di area tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berkomitmen memberantas praktik pungutan liar. Dedi meminta aparat keamanan memastikan tidak ada lagi oknum yang menarik uang dari masyarakat. "Apabila masih terus dilakukan pungutan maka kami akan melakukan tindakan bahwa saudara sudah melakukan pungutan liar terhadap masyarakat," tegas Dedi.
Ia menambahkan, praktik tersebut tidak memiliki dasar hukum dan dapat berujung pada proses pidana. Selain penataan fisik, pemerintah merancang pengembangan kawasan sekitar jembatan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan wisata.
Rencana pengembangan mencakup pelebaran jalan menuju lokasi jembatan, penataan area peristirahatan (rest area) bagi pedagang, serta pembangunan area komersial bernuansa khas Sunda. Jembatan juga akan dicat ulang dan dipasangi lampu hias untuk memperindah tampilan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·