Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menggencarkan upaya penurunan stunting melalui penguatan kesehatan calon ibu, khususnya remaja putri, sebagai langkah strategis dalam membentuk generasi sehat.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, mengatakan pencegahan tersebut tidak hanya fokus pada balita, tetapi harus dimulai dari hulu dengan memperkuat kesehatan remaja putri sebagai calon ibu.
“Stunting bukan hanya persoalan kurang gizi, tetapi persoalan masa depan bangsa. Anak yang berisiko mengalami hambatan pertumbuhan, penurunan kemampuan belajar, hingga produktivitas yang rendah di masa depan,” katanya dalam keterangan di Sumedang, Jumat.
Ia menegaskan bahwa remaja putri menjadi kelompok penting yang harus mendapat perhatian serius melalui edukasi gizi, pencegahan anemia, konsumsi tablet tambah darah, serta penerapan pola hidup sehat.
Menurut dia, upaya tersebut penting untuk memastikan calon ibu memiliki kondisi kesehatan yang optimal sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Selain itu, Pemkab Sumedang juga mengingatkan pentingnya pencegahan pernikahan usia dini karena dapat meningkatkan risiko kesehatan ibu dan anak, termasuk potensi pada anak yang dilahirkan.
“Pernikahan dini tidak hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan ibu dan anak, termasuk risiko stunting,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa percepatan penurunan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, hingga pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.
Fajar juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mendorong Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.
Selain intervensi kesehatan, Pemkab Sumedang memperkuat sistem data presisi agar seluruh sasaran program, mulai dari calon pengantin hingga ibu hamil, dapat terpantau secara akurat.
“Data yang akurat akan menentukan ketepatan intervensi yang kita lakukan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penimbangan balita secara real time, angka stunting di Kabupaten Sumedang saat ini turun menjadi 6,6 persen dari sebelumnya 6,9 persen.
Pemkab Sumedang menargetkan angka tersebut dapat terus ditekan hingga di bawah lima persen melalui pendekatan preventif yang dimulai dari penguatan kesehatan calon ibu sebagai fondasi utama pencegahan stunting.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·