Pemerintah Targetkan Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana Sumatera Rampung 2027

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Tahap pemulihan permanen pascabencana di Sumatera resmi dimulai dengan target penyelesaian pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak paling lambat pada tahun 2027. Kepastian target tersebut disampaikan oleh Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, setelah melakukan rapat bersama DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (25/5/2026).

Dilansir dari Detikcom, alokasi anggaran sebesar Rp 100,166 triliun telah disetujui oleh pemerintah untuk mendukung seluruh rangkaian pemulihan permanen yang diproyeksikan selesai dalam jangka waktu tiga tahun. Guna mempercepat pemulihan ini, pemerintah telah menyusun rencana induk rehab-rekon yang mengintegrasikan 11.512 program dan kegiatan, termasuk pembangunan sekolah, jalan, jembatan, serta hunian tetap.

"Huntap kita targetkan paling lambat 2027, jangan terlalu lama di hunian, hunian sementara," kata Tito usai rapat bersama DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Pemerintah kini mulai menyusun skala prioritas pengerjaan program, dengan fokus utama pada perbaikan infrastruktur jalan, sungai, hingga fasilitas pendidikan yang dijadwalkan berjalan sepanjang tahun 2026.

"Ada 11.512 kegiatan. Jalan, jembatan, sekolah, dan lain-lain, 11.512 kegiatan, program kegiatan yang akan dikerjakan. Kemudian dibuat skala prioritas, yang prioritas utama tentu di tahun 2026, infrastruktur, sungai, jalan, kemudian sekolah, dan lain-lain," ucap Tito.

Menteri Dalam Negeri tersebut menegaskan kembali pentingnya percepatan fasilitas hunian agar masyarakat terdampak tidak menghabiskan waktu terlalu lama di hunian sementara (huntara).

"Huntap (hunian tetap), kemudian tetap, ya, karena jangan terlalu lama di Huntara kita harapkan," sambungnya.

Rencana anggaran triliunan rupiah yang diajukan oleh Satgas ini juga telah dilaporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Prof Sufmi Dasco Ahmad untuk memastikan dukungan penuh dari legislatif.

"Total anggaran yang sudah kami usulkan, dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Prof Sufmi Dasco Ahmad, alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak Rp 100,166 triliun selama 3 tahun," imbuhnya.