Pemerintah China melalui National Development and Reform Commission resmi meminta raksasa teknologi Meta untuk membatalkan rencana akuisisi startup kecerdasan buatan (AI) Manus pada awal pekan ini. Langkah ini diambil berdasarkan regulasi domestik meskipun otoritas terkait tidak merinci alasan spesifik di balik penghentian kesepakatan tersebut.
Rencana akuisisi senilai 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 33,8 triliun tersebut pertama kali diumumkan pada 29 Desember 2025 sebagai bagian dari ambisi Mark Zuckerberg memperkuat asisten Meta AI. Dilansir dari Tekno, kesepakatan ini kini tertahan setelah pemerintah China membuka penyelidikan sejak Januari 2026 terkait kepatuhan ekspor teknologi dan keamanan nasional.
Manus merupakan startup yang mengembangkan agen AI serbaguna untuk tugas kompleks seperti analisis data dan coding tanpa intervensi manusia. Perusahaan yang didirikan oleh Xiao Hong dan Tao Zhang ini awalnya berbasis di China sebelum memindahkan operasionalnya ke Singapura guna menghindari tekanan regulasi Beijing dan menarik investor global.
Pertumbuhan Manus tergolong sangat pesat dengan klaim pendapatan tahunan berulang (ARR) mencapai 100 juta dollar AS hanya dalam waktu delapan bulan sejak peluncuran produk. Total pendapatan perusahaan saat ini dilaporkan telah melampaui 125 juta dollar AS yang mencakup layanan langganan bagi pengguna individu maupun bisnis.
Pihak Meta menyatakan bahwa seluruh proses pembelian startup tersebut telah dijalankan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Perusahaan Amerika Serikat itu kini tengah mengupayakan solusi atas hambatan regulasi yang muncul di tengah proses integrasi sistem internal mereka.
"sepenuhnya mematuhi hukum yang berlaku" tegas Meta.
Hambatan operasional muncul karena Meta telah mulai mengintegrasikan teknologi Manus dan merekrut sejumlah eksekutif startup tersebut ke dalam struktur perusahaan. Kondisi ini membuat proses pembatalan menjadi rumit secara teknis karena operasional kedua perusahaan sudah mulai menyatu sejak pengumuman akhir tahun lalu.
Selain tekanan dari Beijing, Amerika Serikat juga memiliki aturan ketat yang membatasi investasi pada perusahaan AI yang memiliki akar dari China. Dalam proses investigasi yang sedang berlangsung, dua pendiri Manus bahkan dilaporkan sempat mendapat larangan untuk meninggalkan wilayah China oleh otoritas setempat.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai apakah Meta dan Manus akan sepenuhnya mengikuti instruksi pemerintah China untuk membatalkan transaksi tersebut. Proses penyelidikan difokuskan pada potensi risiko keamanan nasional dan aturan investasi luar negeri yang melibatkan teknologi sensitif.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·