Pemerintah Bentuk Danantara Sumberdaya Indonesia Tata Ekspor Komoditas

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Pemerintah membentuk badan ekspor sumber daya alam melalui Danantara Sumberdaya Indonesia untuk mendongkrak transparansi dan mengubah peta industri ekspor komoditas nasional, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (21/5/2026).

Kebijakan strategis ini ditujukan untuk memangkas kerugian negara akibat praktik kecurangan harga sekaligus menaikkan valuasi emiten eksportir di pasar modal dalam negeri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa langkah ini memproyeksikan pengembalian hak keuntungan perusahaan yang selama ini ditempatkan di luar negeri.

"Untuk perusahaan yang listed di bursa, ini justru positif. Karena profit yang selama ini diambil di luar negeri sekarang akan tercermin di perusahaan. Kalau saya billing, it’s time to buy. Siap-siap serok aja," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pihak kementerian menilai perbaikan tata kelola perdagangan tersebut akan memberikan dampak langsung pada performa finansial riil bagi seluruh perusahaan domestik.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani membenarkan bahwa nilai penuh dari komoditas ekspor sering kali tidak terekam dalam pembukuan internal karena sengaja dikecilkan.

"Betul. Kalau dulu whole value-nya tidak ter-capture di company side, sekarang akan lebih positif. Karena transparansi transaksi. Itu kuncinya," kata Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana pembentukan badan ini dalam Rapat Paripurna DPR untuk menunjuk BUMN sebagai fasilitas pemasaran tunggal.

Langkah tersebut diambil guna menghentikan praktik under-invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor yang merugikan pendapatan negara.

"Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring, serta memberantas praktik kurang bayar. Kita tidak mau dibohongi lagi, kita mau tahu persis berapa kekayaan kita yang dijual," kata Prabowo Subianto, Presiden.

Danantara Sumberdaya Indonesia sendiri didirikan pada 18 Mei 2026 dengan kantor pusat yang berlokasi di Wisma Danantara Indonesia, Jalan Gatot Subroto.

Struktur kepengurusan badan ini dipimpin oleh mantan Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama.

Sementara itu, posisi Komisaris Utama ditempati oleh Harold Jonathan Dharma TJ yang merupakan mantan Direktur Mandiri Sekuritas.