Sejumlah pakar finansial memberikan peringatan keras pada Selasa, 14 April 2026, mengenai potensi sanksi dari UEFA terkait usulan mantan Presiden Besiktas, Serdar Bilgili, untuk menyuntikkan dana sebesar 200 juta dolar AS ke klub. Rencana tersebut dinilai berisiko memicu hukuman berat karena berpotensi melanggar aturan Financial Fair Play.
Gagasan yang diajukan Bilgili bertujuan untuk menghapus seluruh utang klub melalui pembentukan dana khusus yang kemudian dimasukkan ke Futbol AS melalui peningkatan modal. Namun, dilansir dari laporan fotospor.com.tr, para ahli menilai skema ini dapat dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi transparansi keuangan olahraga.
Pakar memperingatkan bahwa suntikan dana sebesar 200 juta dolar AS dapat dikategorikan oleh Badan Kontrol Keuangan Klub (CFCB) UEFA sebagai "doping finansial". Berdasarkan aturan nilai wajar, UEFA melarang pemilik atau pihak terkait menyuntikkan dana di atas nilai pasar untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub secara instan.
"200 juta dolar AS dianggap sebagai doping finansial jika dipandang bukan sebagai pendapatan nyata oleh UEFA, dan Besiktas bisa menghadapi larangan kompetisi Eropa meskipun utangnya lunas," tulis laporan fotospor.com.tr yang merangkum kekhawatiran para analis hukum olahraga.
Selain ancaman dari otoritas sepak bola Eropa, skema ini juga berbenturan dengan peraturan Dewan Pasar Modal (SPK) di Turki. Sebagai perusahaan publik, peningkatan modal besar-besaran yang diusulkan Bilgili dianggap dapat merugikan pemegang saham kecil dan mendevaluasi nilai saham mereka secara tidak adil.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7405 tentang Klub Olahraga dan Federasi Olahraga, model pendanaan dari sumber eksternal saat ini sangat dibatasi. Undang-undang baru tersebut memperketat pengawasan terhadap struktur modal dan batas utang klub guna menjaga prinsip kepentingan publik dan transparansi.
Hambatan hukum lainnya muncul dari status hak rujukan atau hak memesan efek terlebih dahulu bagi pemegang saham yang ada. Jika Asosiasi Besiktas tidak mampu mengimbangi setoran tunai dari dana tersebut, kendali klub atas Futbol AS diprediksi akan jatuh di bawah 50 persen, yang secara teknis berarti pengalihan kepemilikan aset utama klub.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·