PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Owner Toko Kopi Bumi (TKB), Andika, berharap Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan instansi terkait melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya dalam aspek komunikasi dan empati petugas lapangan.
Harapan itu disampaikannya usai polemik yang dipicu miskomunikasi pascamusibah kebakaran yang menimpa usahanya. Ia menilai petugas yang berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM perlu mengedepankan pendekatan humanis, terutama saat wajib pajak sedang menghadapi kondisi sulit.
Andika menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi dan rasa empati menjadi hal penting bagi petugas yang bertugas mendampingi pelaku usaha. Menurutnya, dukungan moral dari pemerintah dapat membantu pelaku UMKM bangkit setelah mengalami musibah.
“Lalu ada harapan juga dari saya sendiri untuk staf-staf khususnya Bapenda yang terkait langsung dengan pelaku-pelaku UMKM, diharapkan mempunyai cara komunikasi yang baik dan memiliki empati lah,” ujarnya kepada awak media, Senin (15/6/2026).
Ia menilai komunikasi yang baik mampu memberikan semangat bagi pelaku usaha untuk kembali membangun bisnisnya. Sebaliknya, komunikasi yang kurang tepat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi pengusaha.
“Apalagi kami habis kena musibah, berarti orang itu harus bisa berkomunikasi yang baik, bagaimana caranya agar UMKM tersebut bisa kembali semangat untuk membangun usahanya kembali. Tidak seperti yang staf kemarin itu yang bermasalah sama saya, komunikasinya kurang baik,” tegasnya.
Selain menyoroti pelayanan publik, Andika juga mengusulkan agar pemerintah daerah melalui Bapenda maupun dinas terkait memfasilitasi forum komunikasi khusus bagi para pelaku usaha kedai kopi di Palangka Raya. Menurutnya, industri coffee shop memiliki jaringan yang solid sehingga lebih mudah untuk dihimpun dalam satu wadah komunikasi.

“Karena coffee shop ini industrinya lumayan solid. Owner-nya juga saling kenal, saling bantu. Jadi lebih mudah dikumpulkan owner-owner coffee shop daripada warung-warung makan dan yang lain-lain,” ungkapnya.
Ia menyarankan agar forum atau silaturahmi tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali. Forum itu diharapkan menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, menyampaikan aspirasi, serta mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Menurut Andika, hubungan yang baik antara pemerintah dan pelaku UMKM sangat penting karena selama ini pengusaha juga berperan membantu pemerintah dalam pemungutan dan penyetoran pajak dari konsumen.
“Jadi enak komunikasinya semua bisa dua arah seperti itu. Karena pelaku UMKM pun sudah membantu pemerintah daerah untuk memungutkan pajak dari pada konsumen dan membantu menyetorkan setiap bulannya,” tutupnya.
Usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM, khususnya di sektor industri kreatif serta makanan dan minuman (F&B), sehingga tercipta hubungan yang lebih harmonis dan saling mendukung. (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Owner Toko Kopi Bumi (TKB), Andika, berharap Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan instansi terkait melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya dalam aspek komunikasi dan empati petugas lapangan.
Harapan itu disampaikannya usai polemik yang dipicu miskomunikasi pascamusibah kebakaran yang menimpa usahanya. Ia menilai petugas yang berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM perlu mengedepankan pendekatan humanis, terutama saat wajib pajak sedang menghadapi kondisi sulit.
Andika menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi dan rasa empati menjadi hal penting bagi petugas yang bertugas mendampingi pelaku usaha. Menurutnya, dukungan moral dari pemerintah dapat membantu pelaku UMKM bangkit setelah mengalami musibah.

“Lalu ada harapan juga dari saya sendiri untuk staf-staf khususnya Bapenda yang terkait langsung dengan pelaku-pelaku UMKM, diharapkan mempunyai cara komunikasi yang baik dan memiliki empati lah,” ujarnya kepada awak media, Senin (15/6/2026).
Ia menilai komunikasi yang baik mampu memberikan semangat bagi pelaku usaha untuk kembali membangun bisnisnya. Sebaliknya, komunikasi yang kurang tepat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi pengusaha.
“Apalagi kami habis kena musibah, berarti orang itu harus bisa berkomunikasi yang baik, bagaimana caranya agar UMKM tersebut bisa kembali semangat untuk membangun usahanya kembali. Tidak seperti yang staf kemarin itu yang bermasalah sama saya, komunikasinya kurang baik,” tegasnya.
Selain menyoroti pelayanan publik, Andika juga mengusulkan agar pemerintah daerah melalui Bapenda maupun dinas terkait memfasilitasi forum komunikasi khusus bagi para pelaku usaha kedai kopi di Palangka Raya. Menurutnya, industri coffee shop memiliki jaringan yang solid sehingga lebih mudah untuk dihimpun dalam satu wadah komunikasi.
“Karena coffee shop ini industrinya lumayan solid. Owner-nya juga saling kenal, saling bantu. Jadi lebih mudah dikumpulkan owner-owner coffee shop daripada warung-warung makan dan yang lain-lain,” ungkapnya.
Ia menyarankan agar forum atau silaturahmi tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali. Forum itu diharapkan menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, menyampaikan aspirasi, serta mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Menurut Andika, hubungan yang baik antara pemerintah dan pelaku UMKM sangat penting karena selama ini pengusaha juga berperan membantu pemerintah dalam pemungutan dan penyetoran pajak dari konsumen.
“Jadi enak komunikasinya semua bisa dua arah seperti itu. Karena pelaku UMKM pun sudah membantu pemerintah daerah untuk memungutkan pajak dari pada konsumen dan membantu menyetorkan setiap bulannya,” tutupnya.
Usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM, khususnya di sektor industri kreatif serta makanan dan minuman (F&B), sehingga tercipta hubungan yang lebih harmonis dan saling mendukung. (her)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·