Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi membuka seleksi beasiswa luar negeri untuk program sarjana (S1) di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Kesempatan ini ditujukan bagi 20 kader terbaik Persyarikatan dari seluruh penjuru Indonesia.
Proses pendaftaran, seperti dilansir dari Cahaya, berlangsung singkat mulai tanggal 6 hingga 12 Mei 2026. Program ini dikelola oleh Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah yang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir.
Inisiatif ini merupakan realisasi dari komitmen pemberian kuota khusus bagi kader Muhammadiyah. Kesepakatan tersebut muncul setelah kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmad At-Tayyib, ke Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta pada 11 Juli 2024.
Beasiswa S1 Universitas Al-Azhar Mesir angkatan ketiga ini menawarkan dukungan komprehensif bagi para penerimanya. Komponen beasiswa mencakup biaya hidup bulanan, tiket pesawat, fasilitas asrama, serta konsumsi harian.
Selain itu, para kader juga akan mendapatkan tunjangan kesehatan, fasilitas rekreasi, dan berbagai kebutuhan pendukung studi lainnya. Syafiq A Mughni selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan bahwa program ini adalah langkah strategis organisasi.
Muhammadiyah berupaya mencetak kader ulama yang unggul dan memiliki wawasan luas. Syafiq mendorong para kader terbaik untuk memanfaatkan peluang menimba ilmu di Timur Tengah demi kemaslahatan umat saat kembali ke tanah air nantinya.
"Muhammadiyah membutuhkan kader-kader ulama persyarikatan yang memiliki wawasan keilmuan dan keturatsan yang kuat. Karena itu, kita perlu mengirimkan lebih banyak kader ke Timur Tengah agar kelak kembali ke Tanah Air dapat memberikan manfaat bagi umat" ujar Syafiq A Mughni.
Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara daring tanpa dipungut biaya apapun. Pengumuman hasil akhir bagi peserta yang lolos dijadwalkan akan terbit pada akhir Mei 2026.
Tahapan dan Materi Ujian Seleksi
Proses seleksi terbagi dalam beberapa tahap, mulai dari pemeriksaan berkas administrasi, ujian tertulis, hingga sesi wawancara. Materi ujian tulis difokuskan pada kemampuan Bahasa Arab yang meliputi nahwu, shorof, dan balaghah.
Selain aspek bahasa, peserta diuji mengenai Pengetahuan Agama Islam Dasar dan Pendidikan Kemuhammadiyahan. Sementara itu, pada tahap wawancara, penguji akan menilai hafalan Al-Qur’an, kemampuan muhadatsah, serta keterampilan membaca kitab.
Syarat Pendaftaran Beasiswa 2026
Calon pendaftar wajib memenuhi kriteria sebagai kader Muhammadiyah yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM). Peserta harus merupakan lulusan SMA, Aliyah, atau sederajat tahun lulus 2024, 2025, atau 2026.
Syarat akademik yang ditetapkan adalah memiliki rata-rata nilai ijazah minimal 80 atau berpredikat baik sekali. Dari sisi usia, pendaftar harus berumur antara 18 hingga 25 tahun pada tahun 2026 ini.
Kriteria lainnya mencakup hafalan Al-Qur’an minimal 2 juz dan kompetensi Bahasa Arab yang mumpuni. Pendaftar juga diwajibkan menyertakan surat rekomendasi dari Pimpinan Wilayah atau Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat.
Salah satu poin penting dalam perjanjian ini adalah kesediaan peserta untuk mengabdi di Pondok Pesantren Muhammadiyah setelah menyelesaikan studi. Durasi dan lokasi pengabdian nantinya akan ditetapkan oleh Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah.
Peserta yang dinyatakan lulus dilarang mengundurkan diri dan wajib bersedia menanggung biaya pemberkasan dokumen. Selain itu, pendaftar tidak boleh sedang mengikuti seleksi beasiswa atau jalur penerimaan Al-Azhar melalui lembaga lain.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·