Panitia kurban Masjid Fatahillah Gejayan di Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menyelesaikan penyembelihan satu ekor sapi kurban berbobot 1,1 ton berinisial "TIW" pada Rabu (27/5/2026).
Hewan kurban jenis metal jumbo yang dikirim dari Jakarta tersebut menghasilkan sekitar 700 kilogram daging bersih, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Melimpahnya hasil pengetaman membuat distribusi daging menjangkau hingga ke luar wilayah Yogyakarta.
Ketua Takmir Masjid Fatahillah Gejayan Muhani mengonfirmasi bahwa pemotongan hewan kurban kiriman misterius ini dilakukan pada hari pertama perayaan Idul Adha.
"Bobot sapi TIW saat hidup itu 1,1 ton, jenisnya metal jumbo," kata Muhani, Ketua Takmir Masjid Fatahillah Gejayan.
Pihak panitia kemudian menimbang total perolehan daging murni pascapenyembelihan. Hasil pembersihan menunjukkan angka 700 kilogram daging yang siap disalurkan kepada para penerima.
"Ada yang dibagi ke Kulon Progo, Magelang, Wonosari, Wonosobo, terutama jemaah masjid yang punya saudara di sana atau saat ini tinggal di sana," ujar Muhani.
Penerimaan sapi dengan ukuran raksasa ini menjadi pengalaman pertama bagi pengurus masjid setempat. Kehadiran logistik kurban dari sosok yang tidak bersedia diungkap identitasnya itu sempat memicu keheranan pengurus.
"Teman-teman juga heran, kok bisa sampai ke masjid sini, tapi kita bersyukur alhamdulillah rezeki kita ada tambahan sapi yang sebesar itu, pada senang semua," kata Muhani.
Mengenai kepastian figur di balik sumbangan tersebut, panitia memilih menjaga amanah logistik. Tanda pengenal pada tubuh sapi hanya memuat tiga huruf inisial tanpa nama panjang.
"Nah kalau (TIW) itu rahasia e, saya nggak berani. Nggak boleh disebutkan namanya," kata Muhani.
Berdasarkan informasi yang dihimpun takmir, pemilihan lokasi kurban didasari keinginan donatur menempatkan bantuan di area Sleman. Masjid Fatahillah dipilih karena lokasinya yang berdekatan dengan kediaman mantan tokoh nasional, Amien Rais.
"Dekat banget dengan rumah Pak Amien Rais, bahkan beliau juga salah satu pendiri masjid ini dulu," kata Muhani.
Sebelumnya, proses pengiriman sapi Simental dari peternakan di Boyolali, Jawa Tengah ini sempat menarik perhatian warga Padukuhan Gejayan sebelum hari H penyembelihan.
"Yang kami terima informasinya sapi ini merupakan kiriman untuk kurban Idul Adha," kata Muhani.
Walau memunculkan beragam dugaan di kalangan masyarakat sekitar, pihak takmir tetap berfokus pada pemanfaatan daging kurban untuk kemaslahatan umum.
"Kami tidak mengetahui secara langsung siapa pengirimnya. Yang jelas kami menyampaikan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada warga," katanya.
Secara keseluruhan, Masjid Fatahillah mengelola lima ekor sapi dan 14 ekor kambing pada Idul Adha tahun ini. Seluruh warga mendapatkan alokasi tanpa memandang latar belakang.
"Semua warga mendapatkan bagian, baik Muslim maupun non-Muslim. Untuk di RT 01, masing-masing kepala keluarga menerima sekitar dua kilogram daging. Jumlahnya sekitar 150 kepala keluarga," kata Lilik Prabowo, Ketua RT 01 Gejayan.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·