MAHASISWA dari berbagai kampus di Jawa Barat menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu, 17 Juni 2026. Demonstrasi yang ketiga kalinya sejak Jumat, 12 Juni 2026 ini masih dengan tuntutan yang sama, yakni menuntut penghentian sejumlah program pemerintahan Prabowo Subianto dinilai menyusahkan rakyat.
Pantauan Tempo, sejak pukul 15.30, gabungan mahasiswa ini mulai turun memenuhi area Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Personel kepolisian dan TNI pun dikerahkan di sekitar demonstrasi, dengan pengamanan yang cukup ketat. Sejumlah ruas jalan yang menuju ke area Jalan Diponegoro pun ditutup, polisi melakukan penyekatan di beberapa titik.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Salah satu koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat, Muhamad Risaldi, mengatakan aksi hari ini dihadiri oleh perwakilan dari 23 kampus di Jabar. Menurut dia, mahasiswa yang melakukan demonstrasi ini hadir dengan kemarahan akibat aspirasi mereka yang tak kunjung didengar oleh negara.
“Ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan kami dan juga akumulasi kemarahan khususnya dari kami yang seringkali menyuarakan aspirasi yang memang sama sekali tidak didengarkan,” ujar Risaldi, di sela-sela demonstrasi kepada wartawan.
Perwakilan Keluarga Mahasiswa ITB, Nahdah Nabillah HR, menyatakan aksi ini tidak akan berhenti sampai hari ini saja. Mahasiswa akan terus mengawal kebijakan pemerintah sesuai dengan tuntutan mereka. Nahdah menyoroti bagaimana program pemerintah yang tidak bertanggung jawab sehingga membebani kondisi fiskal secara nasional.
“Kami meng-highlight poin terkait bagaimana langkah-langkah tanggung jawab fiskal untuk dapat memperbaiki tata kelola dan juga hal-hal yang berhubungan dengan program-program ekstraktif, makan bergizi gratis dan juga realokasi anggaran dan pengeluaran untuk mendorong daya beli masyarakat di Indonesia saat ini dan juga untuk manufaktur,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti soal pola komunikasi pemerintah pusat yang dinilai sangat buruk. “Dan yang terakhir yang paling penting juga saat ini adalah pemerintah perlu untuk segera memperbaiki koordinasi internal pemerintahan dan juga membangun sistem komunikasi yang efektif karena di masa saat ini kita masyarakat butuh sesuatu yang berbasis data,” ucapnya.
Demonstrasi mahasiswa di Bandung ini sudah dilakukan sebanyak tiga kali, sejak Jumat 12 Juni 2026. Gelombang aksi ini dipicu oleh kebijakan Pemerintah Prabowo Subianto yang dinilai merugikan masyarakat seperti kenaikan harga BBM, melemahnya rupiah, hingga program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dan lainnya yang dinilai merupakan pemborosan dan ladang korupsi.
Namun, selama tiga kali melakukan aksi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, tidak pernah sekalipun perwakilan anggota dewan menemui para pengunjuk rasa. Bahkan, berdasarkan informasi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, sebanyak 14 mahasiswa sempat ditangkap oleh polisi pada aksi 12 Juni dan 15 juni 2026.
Aksi di Bandung ini menambah daftar demonstrasi Reformasi Jilid 2 yang digelar hari ini di berbagai kota. Di Jakarta, BEM Universitas Bung Karno dan Sema Universitas Paramadina juga akan menggelar aksi di Istana Kepresidenan hari ini. Selain di Jakarta, beberapa kota di Jawa Tengah dan Sumatera pun melakukan aksi serupa.
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·