Maarten Paes Jadi Olok&olokan Pundit Senior Belanda

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Kiper utama Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi sasaran kritik tajam dan olok-olok dari sejumlah pengamat sepak bola senior di Belanda. Paes, yang kini bermain untuk Ajax Amsterdam, terus-menerus menjadi bahan tertawaan dalam episode-episode terbaru podcast KieftJansenEgmondGijp, demikian dilansir dari tvonenews.com pada Kamis (11/4/2026).

Dua mantan pesepak bola Belanda yang kini menjadi pundit, Rene van der Gijp dan Wim Kieft, paling keras menyuarakan nada sinis terhadap kiper berusia 27 tahun itu. Mereka berdua tampak tertawa terbahak-bahak saat membahas profil dan perjalanan karier Paes.

Wim Kieft bahkan melontarkan kritik teknis yang menyudutkan, menyebut Paes "sama sekali bukan kiper". Meskipun memiliki postur tubuh mencapai 1,92 meter, Kieft menilai Paes tidak memiliki insting menjaga gawang yang mumpuni. "Dia tinggi, tapi dia tidak bisa menjaga gawang," cetus Wim Kieft.

Kritik tersebut memuncak setelah Ajax Amsterdam menelan kekalahan memilukan 1-2 dari FC Twente di Johan Cruyff ArenA pada akhir pekan lalu. Kekalahan ini semakin menyoroti penampilan Paes, meskipun secara objektif ia melakukan tiga penyelamatan krusial dan memiliki keterlibatan aktif dalam membangun serangan dengan 51 sentuhan bola.

Dalam podcast tersebut, Van der Gijp sempat berseloroh tidak mengetahui nama depan Paes dan menyebutnya sebagai "Wouter Paes". Ejekan semakin menjadi ketika mereka membahas riwayat klub Paes sebelum berseragam Ajax.

Jurnalis Michel van Egmond merangkum karier Paes berdasarkan Wikipedia, dengan menyebutkan, "Nol pertandingan untuk NEC, nol kemenangan." Pernyataan ini langsung disambut tawa meledak di meja podcast oleh Van der Gijp yang menyindir, "Itu jelas merupakan puncak kariernya."

Paes, yang pada Februari 2026 dibeli seharga 1,5 juta euro dari FC Dallas, terikat kontrak dengan Ajax hingga pertengahan 2029. Dalam enam pertandingan liga pertamanya, ia kebobolan tujuh gol dan mencatatkan dua kali clean sheet.

Terutama ketika Paes mencoba mencari solusi dengan mengolah bola, hal itu seringkali hampir berujung pada kegagalan. Statistik tujuh kali kebobolan dan dua clean sheet ini rupanya belum cukup untuk membungkam para pengkritiknya.

Berbanding terbalik dengan sorotan negatif di Belanda, di mata publik tanah air, Maarten Paes adalah pahlawan. Sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada April 2024 melalui jalur keturunan Kediri, Paes telah menjadi pilar tak tergantikan di bawah mistar Skuad Garuda.

Hingga kini, ia telah mencatatkan 11 penampilan bersama Timnas Indonesia. Penampilan terkininya pun masih sangat impresif, di mana ia berhasil menjaga kesucian gawang Indonesia saat menggilas St. Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0 dalam agenda FIFA Matchday akhir Maret lalu.

Maarten Paes kini memiliki tantangan besar untuk membuktikan kualitasnya di lapangan saat Ajax bertandang ke markas Heracles Almelo pada Minggu (12/4/2026). Pembuktian di lapangan hijau tentu akan menjadi jawaban telak bagi para pengamat yang kini tengah meremehkannya.