KPPPA: Pengarusutamaan gender kunci keberhasilan pembangunan nasional

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memandang bahwa pengarusutamaan gender menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional yang memberikan manfaat yang setara bagi perempuan maupun laki-laki.

"Kalau kita bicara tentang pembangunan gender, sebenarnya kita bicara tentang pembangunan multisektor yang cakupannya sangat luas. Isu gender ada di ranah ekonomi, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga kepemimpinan. Namun tidak hanya berada di permukaan, isu gender juga mempengaruhi sampai ke hal-hal terkecil dan pada akhirnya saling berkesinambungan dengan pembangunan secara menyeluruh," kata Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, dan Pemerintah Daerah Wilayah I KemenPPPA, Eni Widiyanti, dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kondisi saat ini, ketimpangan masih terlihat dari kesenjangan partisipasi kerja dan upah, dominasi perempuan di sektor informal, tantangan pengembangan usaha mikro perempuan.

Oleh karena itu, penting hadirnya kebijakan kesehatan, transportasi, dan infrastruktur yang responsif gender guna mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: MenPPPA: Perempuan harus miliki akses setara ke pendidikan dan ekonomi

Salah satu sektor yang masih menghadapi kesenjangan gender adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan yang dalam 15 tahun terakhir cenderung stagnan dengan selisih sekitar 30 persen dibanding laki-laki.

Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingginya beban pengasuhan yang masih dibebankan kepada perempuan, keterbatasan layanan pengasuhan anak, hingga praktik kerja yang belum sepenuhnya inklusif dan ramah keluarga.

Dampaknya, perempuan lebih banyak bekerja di sektor informal maupun pekerjaan paruh waktu yang rata-rata memiliki tingkat upah lebih rendah dibanding sektor yang lebih banyak didominasi laki-laki.

Kondisi tersebut pada akhirnya turut mempengaruhi kesenjangan upah, kesempatan promosi, hingga pengembangan karier perempuan.

Baca juga: Menteri PPPA: Anak perempuan masih banyak yang berhenti sekolah

Baca juga: KemenPPPA paparkan capaian program kerja perempuan dan anak ke DPR

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.