Kilas Balik Piala Dunia 2006 Menyimpan Drama Zidane Hingga Rekor Kartu Merah

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Jerman diakui sebagai salah satu turnamen dengan kualitas teknis tertinggi dalam sejarah sepak bola modern. Turnamen edisi ke-18 ini menjadi panggung dominasi mutlak bagi tim-tim asal Eropa, di mana seluruh posisi di babak semifinal berhasil disapu bersih oleh perwakilan Benua Biru. Seperti dilansir dari Medcom, kompetisi akbar ini tidak hanya menyajikan taktik disiplin tim tuan rumah atau ketangguhan lini pertahanan Italia.

Lembaran sejarah turnamen tersebut akan selalu diingat lewat satu momen magis yang berakhir tragis di partai puncak. Sebelum kompetisi dimulai, kapten tim nasional Prancis, Zinedine Zidane, telah membulatkan tekad untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional segera setelah turnamen berakhir. Langkah awal Prancis sempat diragukan karena komposisi skuad yang dihuni banyak pemain senior hingga membuat mereka terseok-seok pada fase grup.

Memasuki fase gugur, sang maestro yang kala itu berusia 34 tahun mendadak memperlihatkan kembali sisa-sisa kejayaannya di lapangan hijau. Zidane memimpin rekan-rekannya menumbangkan skuad muda Spanyol dengan skor 3-1 di babak 16 besar, di mana ia mencetak gol penutup laga tersebut.

Performa individu terbaik Zidane terjadi saat berhadapan dengan Brasil yang bertabur bintang di babak perempat final. Ia tampil dominan menggalang lini tengah dan memberikan umpan matang untuk gol tunggal kemenangan Prancis yang dicetak oleh Thierry Henry. Pada babak semifinal, giliran Portugal yang harus mengakui keunggulan Prancis melalui gol tunggal Zidane dari titik putih. Kontribusi besar sang kapten sukses membawa negaranya melangkah ke babak final dan mengubah turnamen ini menjadi panggung perpisahan yang emosional.

Insiden Tandukan di Final Berlin

Laga final yang digelar di Olympiastadion, Berlin, mempertemukan Prancis dengan Italia. Zidane sempat membawa Prancis memimpin lewat eksekusi penalti panenka, sebelum akhirnya disamakan oleh bek Italia, Marco Materazzi, melalui sundulan dari skema sepak pojok. Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal usai, sehingga laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Pada menit ke-110, sebuah insiden mengejutkan terjadi ketika Zidane secara mendadak berbalik arah lalu menanduk dada Marco Materazzi hingga bek Italia itu terjatuh.

Wasit utama Horacio Elizondo mengeluarkan kartu merah langsung setelah menerima laporan insiden tersebut dari hakim garis keempat. Aktor utama Les Bleus itu harus keluar lapangan dengan kepala tertunduk, melewati trofi emas yang tidak bisa ia sentuh lagi. Penyebab kemarahan Zidane baru terungkap beberapa hari setelah laga usai, di mana Materazzi diketahui melempar hinaan verbal yang kasar terhadap saudara perempuan sang kapten Prancis tersebut.

Kemenangan Adu Penalti dan Gelar Keempat Italia

Kehilangan dirigen permainan membuat mental skuad Prancis goyah menjelang babak adu penalti. Sebaliknya, Italia yang sedang dihantam skandal pengaturan skor domestik di dalam negeri justru menunjukkan mentalitas baja mereka.

Lima eksekutor Italia, yaitu Andrea Pirlo, Marco Materazzi, Daniele De Rossi, Alessandro Del Piero, dan Fabio Grosso, sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Sementara itu, tendangan penyerang Prancis, David Trezeguet, membentur mistar gawang.

Skuad Gli Azzurri mengunci kemenangan dengan skor 5-3 dalam drama adu penalti tersebut dan resmi merengkuh gelar juara dunia keempat mereka. Kapten Fabio Cannavaro kemudian mengangkat trofi emas di Berlin setelah tampil kokoh sepanjang kompetisi hingga mendapat julukan Tembok Berlin.

Rekor Kartu Merah dalam Pertempuran Nuremberg

Selain drama di partai puncak, kompetisi tahun 2006 juga mencatatkan laga paling agresif di babak 16 besar saat Portugal berhadapan dengan Belanda di kota Nuremberg. Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Valentin Ivanov asal Rusia ini kemudian dijuluki sebagai Pertempuran Nuremberg karena banyaknya pelanggaran fisik keras.

Wasit mengeluarkan total 16 kartu kuning dan 4 kartu merah yang dibagi rata untuk kedua tim. Pemandangan unik terlihat di akhir laga saat pemain yang diusir keluar seperti Giovanni van Bronckhorst dan Deco justru duduk bersama di tangga tribune penonton sambil mengobrol santai.

Fakta Sejarah dan Awal Rivalitas Baru

Kompetisi di Jerman ini menobatkan Italia sebagai juara, Prancis sebagai runner-up, serta striker Jerman Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan 5 gol. Selain itu, edisi ini menjadi awal mula rivalitas panjang antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang mencatatkan debut serta gol pertama mereka di panggung dunia.

Turnamen ini juga diwarnai kesalahan fatal wasit asal Inggris, Graham Poll, yang memberikan tiga kartu kuning kepada pemain Kroasia, Josip Simunic, dalam satu laga fase grup sebelum akhirnya mengusir sang pemain keluar lapangan.