Sejumlah kilang minyak milik negara di China dilaporkan mulai mengajukan izin kepada pemerintah pusat untuk melanjutkan kegiatan ekspor bahan bakar pada Mei 2026. Langkah ini diambil menyusul kondisi persediaan domestik yang melimpah di tengah melemahnya permintaan pasar dalam negeri.
Sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa (28/4/2026), perusahaan energi raksasa seperti China Petrochemical Corp. dan China National Petroleum Corp. telah mengajukan permohonan sejak pekan lalu. Mereka mencari kepastian regulasi agar dapat segera mengirimkan stok bensin dan solar ke pasar internasional.
Lonjakan cadangan minyak di seluruh China terjadi setelah Beijing sebelumnya menetapkan pembatasan ekspor yang ketat. Keputusan tersebut semula diambil untuk memprioritaskan keamanan energi nasional saat eskalasi konflik di Iran memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Selat Hormuz.
Namun, tekanan pasokan dalam negeri mereda setelah harga bahan bakar domestik yang tinggi memicu penurunan konsumsi masyarakat secara signifikan. Tren peralihan penggunaan kendaraan listrik juga menjadi faktor kunci yang menyebabkan permintaan bahan bakar fosil tidak setinggi perkiraan semula.
Data dari Mysteel OilChem menunjukkan bahwa persediaan bensin serta solar di kilang-kilang negara kini berada pada posisi tertinggi jika dibandingkan dengan level pada 2024 dan 2025. Di sisi lain, margin keuntungan dari aktivitas ekspor internasional dilaporkan sedang mengalami kenaikan yang cukup tajam.
Hingga saat ini, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China bersama Kementerian Perdagangan belum memberikan pengumuman resmi terkait perubahan kuota ekspor tersebut. Fokus utama Beijing tetap pada stabilitas energi jangka panjang melalui diversifikasi pemasok dan investasi produksi domestik yang masif.
Kebijakan proteksi konsumen di China sempat berdampak pada negara-negara pengimpor di kawasan Asia Tenggara. Saat China membatasi ekspor untuk mengamankan cadangan sendiri, negara seperti Filipina dan Vietnam dilaporkan sempat menghadapi kendala kekurangan pasokan bahan bakar yang akut.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·