Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada awal pekan, Senin (13/4/2926), dipicu oleh ketidakpastian global setelah kegagalan perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi ini menyoroti kembali pentingnya kehati-hatian bagi pelaku pasar, terutama investor ritel.
Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menyarankan investor ritel untuk fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Menurutnya, pasar saat ini sangat sensitif terhadap sentimen geopolitik yang dapat memicu perubahan cepat pada arus modal.
"Sebaiknya investor ritel fokus untuk saham fundamental kuat dan likuid. Pasar saat ini sangat sensitif terhadap geopolitik,” ujar Reydi, seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu malam (12/4/2026).
Situasi ini membuat IHSG berpotensi dalam tren pelemahan atau bergerak fluktuatif selama ketegangan geopolitik belum mereda, dengan kecenderungan tekanan jual yang dominan. Meski demikian, potensi pelemahan harga saham secara luas juga dapat menjadi peluang bagi investor ritel untuk melakukan akumulasi.
Strategi pembelian bertahap dinilai relevan agar investor tidak langsung masuk pada satu harga, melainkan menyebar pembelian di beberapa level. Pendekatan ini membantu mengelola volatilitas sekaligus mempersiapkan posisi saat pasar kembali stabil.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·