Kemenpar ajukan tambahan anggaran Rp1,99 triliun untuk tahun 2027

Sedang Trending 10 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,99 triliun untuk mengoptimalkan berbagai program kerja yang dijalankan serta memberikan dampak nyata pada perekonomian secara nasional.

"Kementerian Pariwisata mengajukan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,99 triliun sebagaimana yang telah kami sampaikan dalam trilateral meeting dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardahana dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Widiyanti mengatakan usulan itu disampaikan karena pagu indikatif yang diperoleh sebesar Rp1,01 triliun untuk tahun depan belum mencukupi program pembangunan di sektor pariwisata.

Nominal pagu indikatif itu juga disebutnya berada jauh di bawah kebutuhan ideal Kementerian Pariwisata yang mencapai Rp3 triliun.

Baca juga: Menpar sebut 25 ribu pemandu wisata secara nasional tersertifikasi

Dia membeberkan menurut data terkait tren pergerakan pagu anggaran Kementerian Pariwisata sejak tahun 2016 hingga pagu indikatif tahun 2027, terlihat bahwa pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp1,01 triliun. Nominal ini berada jauh di bawah tren historis anggaran Kementerian Pariwisata yang pernah mencapai Rp5,41 triliun, dengan rata-rata berada di kisaran Rp3 triliun.

"Kondisi penurunan anggaran ini menjadi sebuah paradoks di tengah kontribusi dan tuntutan target sektor pariwisata yang terus meningkat, Kementerian Pariwisata tidak diberikan sumber daya yang mumpuni," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai bahwa Komisi VII pada dasarnya akan terus mendukung Kementerian Pariwisata. Namun, dia meminta pihak kementerian dapat lebih membagi dana tersebut secara adil ke tiap-tiap kedeputian, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Saleh juga meminta Menteri Pariwisata melakukan negosiasi ulang bersama pihak-pihak terkait agar mendapatkan tambahan anggaran sesuai dengan program-program yang dijalankan. Sebab menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi akan sulit untuk bisa mendapatkan jumlah yang diinginkan.

Baca juga: Bakom: Kunjungan wisman ke Indonesia naik di tengah dinamika global

"Jadi bukan Ibu Menteri saja tapi Komisi VII bersama masyarakat juga ikut meminta ditambahkan. Siapa tahu tambah Rp500, Rp600 miliar kan lumayan. Tapi rasa-rasanya kurang bisa terwujud, kalau Rp500-Rp600 masih masuk akal, di tengah penambahan anggaran untuk kementerian/lembaga," ujar dia.

Dalam kesempatan itu Saleh turut menyemangati Kementerian Pariwisata untuk bekerja lebih keras di tengah keterbatasan anggaran, guna mewujudkan seluruh target yang telah ditentukan dan hasilnya sesuai dengan harapan bersama.

"Kami dukung, dari awal kami selalu mendukung. Harapannya, kita semakin kuat supaya masyarakat semakin sejahtera," ujar Saleh.

Baca juga: Wamenpar sebut seni budaya jadi daya tarik utama destinasi wisata

Baca juga: Cara Kemenpar siasati destinasi agar terus naik kelas

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.